Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMUNIKASI PERSUASIF REMAJA DALAMĀ  MELESTARIKAN PEMBUATAN ANYAM KIPAS (Studi di Desa Tanjung Tambak Ogan Ilir) Tasya Maudi Rahma; Sepriadi Saputra; Rina Pebriana
Journal Of Social And Political Science Vol. 3 No. 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jsaps.v3i1.404

Abstract

ABSTRACT Preserving local culture is a shared responsibility, especially for the younger generation as the successors of traditional values. One of the cultural heritages that is starting to be abandoned is the fan weaving craft which has high artistic and historical value. This study aims to determine how persuasive communication is used to encourage youth participation in preserving fan weaving, and to analyze the inhibiting factors for parents to convince youth to participate in preserving fan weaving. The theory used in this study is the theory of attitude change, namely influencing a person's attitude, opinion, and behavior which aims to change perceptions, thoughts and actions and is related to a person's emotional life. The communication process is carried out by inviting and persuading people to change attitudes, beliefs and opinions according to the wishes of the communicator. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques are carried out through interviews, observations and documentation of youth and community leaders in Tanjung Tambak Village, Ogan Ilir. The results of the study indicate that effective persuasive communication is carried out through a personal approach, creative education, and the use of social media as a means of cultural promotion, although there are obstacles such as minimal interest and the assumption that traditional crafts are not economically promising, appropriate communication can increase awareness and involvement of adolescents in cultural preservation activities. The conclusion of this study is that persuasive communication has an important role in forming positive attitudes of adolescents towards the preservation of woven fans, ongoing support is needed from various parties, including families, schools and local governments, so that these preservation efforts can run consistently and sustainably. Keywords: Persuasive Communication, Adolescents, Cultural Preservation, Anyam Kipas, Traditional Crafts ABSTRAK Pelestarian budaya lokal merupakan tanggung jawab bersama, khususnya generasi muda sebagai penerus nilai-nilai tradisional. Salah satu warisan budaya yang mulai ditinggalkan adalah kerajinan anyam kipas yang memiliki nilai seni dan sejarah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi persuasif digunakan dalam mendorong partisipasi remaja untuk melestarikan pembuatan anyam kipas, serta menganalisis faktor penghambat orang tua untuk menyakinkan remaja agar ikut serta melestarikan pembuatan anyam kipas. Adapun teori yang dipakai pada penelitian ini adalah teori perubahan sikap yaitu mempengaruhi sikap, pendapat, dan perilaku seseorang yang bertujuan untuk mengubah persepsi, pemikiran dan tindakan serta berkaitan dengan kehidupan emosional seseorang proses komunikasi dilakukan dengan mengajak dan membujuk orang agar terjadi perubahan sikap, keyakinan dan pendapat sesuai keinginan komunikator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap remaja dan tokoh masyarakat di Desa Tanjung Tambak Ogan Ilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif yang efektif dilakukan melalui pendekatan personal, edukasi kreatif, dan penggunaan media sosial sebagai sarana promosi budaya meskipun terdapat kendala seperti minimnya minat dan anggapan bahwa kerajinan tradisional tidak menjanjikan secara ekonomi, komunikasi yang tepat mampu meningkatkan kesadaran dan keterlibatan remaja dalam kegiatan pelestarian budaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa komunikasi persuasif memiliki peran penting dalam membentuk sikap positif remaja terhadap pelestarian anyam kipas diperlukan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah dan pemerintah daerah, agar upaya pelestarian ini dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, Remaja, Pelestarian Budaya, Anyam Kipas, Kerajinan Tradisional