Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Perbandingan Pemodelan Plaxis 2D dan Plaxis 3D pada Konsolidasi Tanah Reklamasi Menggunakan Prefabricated Vertical Drain Dinda Sekar Selni Prawardani; Bartolomeus Krismanto Pauta; Marina Abriani Butudoka
Jurnal Studi dan Aplikasi Teknik Sipil (JSATS) Vol. 2 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/jsats.v2.i2.2

Abstract

Tanah reklamasi umumnya memiliki karakteristik kompresibilitas tinggi sehingga memerlukan perbaikan tanah untuk mempercepat proses konsolidasi. Penggunaan Prefabricated Vertical Drain (PVD) merupakan salah satu metode yang banyak diterapkan, namun proses instalasinya dapat menimbulkan zona terganggu (smear zone) yang memengaruhi kinerja drainase dan besarnya penurunan tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh smear zone terhadap prediksi penurunan konsolidasi serta membandingkan hasil pemodelan menggunakan Plaxis 2D dan Plaxis 3D pada tanah reklamasi. Metode penelitian dilakukan melalui pemodelan numerik berbasis metode elemen hingga dengan mempertimbangkan karakteristik smear zone pada beberapa tingkat kehalusan mesh, yaitu very coarse, coarse, medium, fine, dan very fine. Data lapangan berupa parameter tanah, konfigurasi PVD, dan hasil pengamatan penurunan digunakan sebagai dasar analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi mesh menghasilkan nilai penurunan yang bersifat fluktuatif dan tidak menunjukkan hubungan linier terhadap tingkat kehalusan mesh. Pemodelan Plaxis 3D menghasilkan prediksi penurunan yang lebih mendekati data lapangan dibandingkan Plaxis 2D. Dengan demikian, representasi tiga dimensi memberikan akurasi yang lebih baik dalam menganalisis pengaruh smear zone pada tanah reklamasi. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan pemodelan tiga dimensi untuk evaluasi desain perbaikan tanah dengan PVD. Temuan penelitian dapat menjadi referensi bagi perencana dan praktisi geoteknik dalam meningkatkan keandalan prediksi penurunan tanah pada proyek reklamasi.
THE EFFECT OF SEAWATER SOAKING ON THE STABILITY CHARACTERISTICS OF ASPHALT CONCRETE MIXTURES IN THE COASTAL REGION OF PAPUA: PENGARUH RENDAMAN AIR LAUT TERHADAP KARAKTERISTIK STABILITAS CAMPURAN BETON ASPAL DI WILAYAH PESISIR PAPUA Dinda Sekar Selni Prawardani
Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan - CENTECH Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan, OKTOBER 2025,
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyzes the effect of seawater immersion on the performance of asphalt concrete mixtures, using the "Retained Strength Index" as the primary parameter. The background for this research stems from the real-world condition of roads in coastal areas that are frequently submerged in seawater. Seawater, with its salt content, is a factor that can significantly reduce the durability and service life of pavement layers. The objective of this study is to examine the characteristics of asphalt concrete mixtures after exposure to varying durations of seawater immersion and to compare the results with those of freshwater immersion to observe the differences. The research methodology involves a Marshall Test on mixture samples prepared with an optimum asphalt content. The immersion durations applied were 0, 6, 12, 24, and 48 hours, in both seawater and freshwater media. The parameters comprehensively analyzed include Stability, Flow, Density, Marshall Quotient, and the Retained Strength Index. The test results consistently show that the longer the immersion duration, the more the values for stability, flow, and MQ tend to decrease. Specifically, seawater immersion causes a greater reduction in performance compared to freshwater. This decrease in performance is attributed to the salt (NaCl) content in seawater, which gradually erodes the adhesive bond between the asphalt and the aggregates, thereby reducing the overall cohesion of the mixture. Although the RSI value decreases with longer immersion times, the results show that even after 48 hours of immersion, the mixture still meets the minimum specification limit of the 2018 Bina Marga standard, which is 90%. In conclusion, it can be stated that seawater significantly affects the reduction in the strength of asphalt mixtures.   
Analisis Penilaian Kondisi Kerusakan Jalan Berdasarkan Metode International Roughness Index (Iri) dan Metode Bina Marga Serta Penanganannya Pada Ruas Jalan Poros Koya Barat Kota Jayapura Harsan Ingot Hasudungan; Dinda Sekar Selni Prawardani
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Teknik Sipil MACCA (JUNI 2026)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ysr2xj96

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi yang sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Namun, kerusakan jalan sering menjadi permasalahan yang berdampak pada kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kerusakan jalan pada ruas Jalan Poros Koya Barat, Kota Jayapura, sepanjang 3.000 meter menggunakan metode International Roughness Index (IRI) dan metode Bina Marga. Data yang digunakan meliputi nilai kekasaran jalan yang diperoleh melalui aplikasi RoadLab Pro serta data survei visual kerusakan jalan sesuai pedoman Bina Marga. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata IRI pada lajur kiri adalah 7,05 m/km dan pada lajur kanan 5,75 m/km, dengan rata-rata keseluruhan 6,40 m/km yang termasuk dalam kondisi jalan sedang. Analisis metode Bina Marga mengidentifikasi kerusakan berupa retak memanjang, retak melintang, amblas, tambalan, dan lubang. Dari 30 segmen yang dianalisis, diperoleh nilai kondisi jalan rata-rata sebesar 1,8 dan urutan prioritas rata-rata sebesar 9,2. Berdasarkan hasil tersebut, penanganan yang direkomendasikan dengan metode IRI adalah pemeliharaan berkala, sedangkan berdasarkan metode Bina Marga adalah pemeliharaan rutin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan prioritas penanganan kerusakan jalan serta sebagai masukan bagi pengembangan metode survei kondisi jalan yang lebih efektif.