Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komunikasi Spiritual K.H. Abd. Hafid dalam kehidupan Masyarakat Mandar di Kabupaten Majene Nurmuddatstsir Nurmuddatstsir; A Nurkidam; Iskandar Iskandar; Ramli Ramli; Sumarni Sumai
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v12i1.20322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komunikasi spiritual yang dilakukan oleh K.H. Abd. Hafid dalam menyampaikan ajaran Islam serta mengkaji makna dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial keagamaan masyarakat Mandar di Kabupaten Majene. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat yang mengenal dan merasakan pengaruh dakwah K.H. Abd. Hafid. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi spiritual K.H. Abd. Hafid dilakukan melalui berbagai bentuk, yaitu dakwah lisan, keteladanan perilaku (uswah hasanah), pembinaan keagamaan, pendekatan interpersonal, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat. Komunikasi yang dibangun bersifat persuasif, humanis, dan berorientasi pada pembentukan kesadaran spiritual masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, ajaran Islam dapat diterima dengan baik karena disampaikan secara bijaksana, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan tetap memperhatikan nilai-nilai budaya lokal Mandar. Adapun makna dan pengaruh K.H. Abd. Hafid terhadap kehidupan sosial keagamaan masyarakat terlihat dari meningkatnya kesadaran beragama, terbentuknya sikap moral yang baik, berkembangnya semangat kebersamaan, serta terjalinnya hubungan sosial yang harmonis. K.H. Abd. Hafid dimaknai sebagai sosok ulama, pendidik, dan pembimbing spiritual yang menjadi panutan masyarakat dalam menjalankan kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Peran Kementerian Agama Dalam Evaluasi Pengelolaan Pelatihan Mubaligh Untuk Meningkatkan Kualitas Mubaligh Di Kota Parepare Andi Abdul Salam; Nurhikmah Nurhikmah; Sumarni Sumai; Ramli Ramli; A. Nurkidam
Hikmah Vol 20, No 1 (2026): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v20i1.18022

Abstract

This research was conducted based on the author's interest in the urgency of training for religious preachers to improve their quality, as well as the issue of inconsistent quality among religious preachers. This research uses a qualitative research type with a phenomenological approach. The data type used in this study is descriptive qualitative data. The research findings indicate that: 1) The role of the Ministry of Religious Affairs in managing mubaligh training is carried out and evaluated by the Islamic Community Guidance Section. In its implementation, the Islamic Community Guidance Section conducts training every year with the aim of aligning the goals and messages of the Ministry of Religious Affairs with the mubaligh. The training for religious preachers also aims to ensure that the quality of preachers is consistent. 2) The Ministry of Religious Affairs does not have specific standards for evaluating the management of mubaligh training, so clear evaluation standards are needed for conducting evaluations. 3) The Ministry of Religious Affairs understands training needs and requires better training concept design. This research is important to understand the role of the Ministry of Religious Affairs in evaluating the management of mubaligh training to improve the quality of da'wah in Parepare City.
Strategi Penyiaran Efektif Di Media Massa Dan Digital Dalam Perspektif Hadis A. Fadli; Arifuddin Ahmad; Zulfahmi Alwi; Sumarni Sumai
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v7i1.1024

Abstract

Mass media broadcasting has a strategic role in shaping public opinion and disseminating information widely. In the perspective of Islamic communication, broadcasting not only functions as a means of communication, but also as a medium to convey messages of truth that originate from the Qur'an and Sunnah. This study aims to analyze effective mass media broadcasting strategies based on the guidance of the hadiths of the Prophet. This study examines how the principles of Islamic communication, such as honesty, clarity, and aesthetics in delivering messages, can be applied in modern broadcasting to increase its impact and effectiveness. The method used is a literature review of relevant hadiths. The results of the study show that effective broadcasting must be oriented towards truth, creativity, and relevance of the message, and use methods that are appropriate to the needs of the audience. Digital technology provides great opportunities to increase audience interaction and involvement, so that messages of goodness can be delivered widely and measurably. In conclusion, the mass media broadcasting strategy based on the perspective of Islamic communication is able to produce message delivery that is not only informative, but also builds moral and spiritual values. This makes mass media broadcasting an important instrument in preaching and the formation of a better society.