Febriyanti Febriyanti
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Morfologi Kacang Tanah Lokal (Arachis hypogea L.) Var. Pala RH dan Garuda RH Winda Jakaria; Novri Youla Kandowangko; Jusna Ahmad; Febriyanti Febriyanti; Magfirahtul Jannah; Lindawaty Isima
Jambura Edu Biosfer Journal Vol 7, No 2 (2025): Jambura Edu Biosfer Journal
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jebj.v7i2.31848

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan komoditas pertanian bernilai ekonomi dan gizi tinggi serta berpotensi mendukung ketahanan pangan lokal. Gorontalo memiliki varietas kacang tanah lokal, antara lain Pala RH dan Garuda RH, yang perlu dikarakterisasi sebagai dasar pelestarian dan pengembangan varietas unggul lokal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakter morfologi kacang tanah lokal Pala RH dan Garuda RH. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengamati karakter vegetatif, generatif, polong, dan biji. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, panjang dan lebar polong, panjang dan lebar biji, serta berat 100 biji. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan rata-rata hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua varietas memiliki sejumlah persamaan, antara lain tipe pertumbuhan tegak dengan cabang lateral menuju ke atas, pola percabangan tidak beraturan tanpa bunga pada cabang utama, batang hijau, daun tidak berbulu, tepi daun rata, ujung daun tumpul, bunga kuning, dan ginofor hijau keunguan. Perbedaan utama terdapat pada waktu berbunga, karakter polong, dan bentuk biji. Garuda RH berbunga lebih cepat, yaitu 22 hari setelah tanam, memiliki polong sedikit berlekuk, retikulasi kulit polong lebih jelas, serta menghasilkan 2–3 biji per polong dengan bentuk agak bulat dan ukuran lebih besar. Sebaliknya, Pala RH berbunga pada 24 HST, memiliki polong dengan lekukan sedang, retikulasi kurang menonjol, serta menghasilkan 1–2 biji per polong dengan bentuk lonjong dan ukuran lebih kecil. Hasil ini menunjukkan bahwa Pala RH dan Garuda RH memiliki karakter morfologi khas yang dapat digunakan sebagai dasar identifikasi, konservasi, dan pengembangan kacang tanah lokal Gorontalo.