keisha anggun
Universitas islam negeri sunan ampel

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Reorienting Character Education and the Pedagogy of Prophet Muhammad (PBUH) in the Digital Era: Reorientasi Pendidikan Budi Pekerti dan Pedagogi Nabi Muhammad SAW di Era Digital Asfi dwinovita; Ghea Nailatusy; keisha anggun; Moh.faizin; usman yudi
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 6 No 1 (2026): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/ijpi.v6i1.1172

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter dan moral peserta didik. Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat dalam proses pembelajaran, namun juga memunculkan berbagai tantangan seperti menurunnya etika komunikasi, penyebaran hoaks, cyberbullying, kecanduan media sosial, dan krisis moral pada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji reorientasi pendidikan budi pekerti melalui pedagogi Nabi Muhammad SAW sebagai solusi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah, artikel, buku, dan sumber relevan yang berkaitan dengan pendidikan karakter, pedagogi Islam, dan transformasi pendidikan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagogi Nabi Muhammad SAW yang menekankan keteladanan, kasih sayang, pembiasaan, nasihat, dialog, dan pendekatan humanis masih sangat relevan diterapkan dalam pendidikan modern. Nilai-nilai akhlak Islam dapat diintegrasikan dengan pemanfaatan teknologi digital secara bijak untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, etika, tanggung jawab sosial, dan kesadaran spiritual yang kuat. Oleh karena itu, reorientasi pendidikan budi pekerti berbasis pedagogi Nabi Muhammad SAW perlu diperkuat dalam sistem pendidikan guna menjawab tantangan moral di era digital.