Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENGOPTIMALKAN DUKUNGAN GURU DALAM MELIBATKAN SISWA MENGGUNAKAN ARGUMENTASI KOLEKTIF PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Natasya Ziana Walidah; Kusaeri Kusaeri; Usman Yudi
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.543 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n2a7

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dukungan guru pada argumentasi kolektif berupa aktivitas guru yang dapat mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika dengan argumentasi kolektif memungkinkan siswa dapat mengungkapkan ide, berbagi ide dalam diskusi kelas, dan membuktikan ide tersebut sehingga dapat diterima dan disepakati bersama oleh seluruh siswa di kelas. Dukungan guru pada argumentasi kolektif dapat memfasilitasi diskusi matematika, mendorong aktivitas siswa, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang melibatkan seorang guru matematika dan 30 siswa kelas 11 pada materi program linear. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas guru dan siswa, dan angket keterlibatan siswa yang diadaptasi dari Reeve dan Tseng. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui verifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru tidak memberikan tugas tertulis sehingga siswa tidak dapat memperoleh data untuk membangun argumennya dan rata-rata frekuensi keterlibatan siswa pada aspek keterlibatan agen sebesar 14,2%, aspek keterlibatan perilaku sebesar 26%, aspek keterlibatan emosi sebesar 27,5%, dan aspek keterlibatan kognitif sebesar 24,9%.Abstract:This study aimed to describe teacher’s support on collective argumentation in the form of teacher’s activities that could encourage the student engagement in learning mathematics. This study used qualitative method with descriptive approach which involved a mathematics teacher and 30 eleventh grade students in learning  linear program material. The data were collected through observation sheet of teacher’s and students’ activities, and the questionnaire of engaging students which adapted from Reeve and Tseng. The data were analyzed qualitatively through data verification, data presentation, and make a conclusion. The result of this study showed that the teacher did not give written assignment so that the students could not gain data to build their arguments. The average frequency of student engagement on the aspects of agentic engagement was 14.2%, behavioral engagement was 26%, emotional engagement was 27.5%, and cognitive engagement was 24.9%.
Transformation of Islamic Religious Education Learning from Conventional to Interactive: A Case Study of SMPN 35 Surabaya Firdanti Maqhfiroh; Moh. Faizin; Usman Yudi; Yahya Aziz
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.2823

Abstract

The purpose of this study is to describe the transformation of Islamic Religious Education (PAI) learning from conventional methods to interactive methods for class VIII-F students at SMPN 35 Surabaya. The research method used is a qualitative descriptive approach involving 33 students as subjects, while data was collected through three main techniques: observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that conventional learning, which is still dominated by lectures, memorization, and cognitive evaluation alone, causes students to tend to be passive, bored, and fed up. In contrast, the implementation of conventional learning through LKPD-based Problem Based Learning (PBL), mind mapping-based Project Based Learning (PjBL), and Kahoot-based digital game evaluation can increase student engagement, motivation, and deeper understanding. Students become more active in discussions, collaboration, and problem-solving, while the teacher acts as a facilitator. This study concludes that the integration of interactive learning with the Independent Curriculum is relevant for building Islamic Religious Education (PAI) learning that is more participatory, meaningful, and aligned with the demands of 21st-century skills.
Pembelajaran Menggunakan Media Interaktif Educaplay Terintegrasi Nilai Kejujuran untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Materi Fungsi Tangga di MAN Kota Surabaya Rohmah, Aulia Miftakhul; Usman Yudi; Aning Wida Yanti
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.905

Abstract

Studi ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi dampak penggunaan media pembelajaran interaktif Educaplay, yang dikombinasikan dengan nilai kejujuran Islami, terhadap capaian belajar siswa kelas XII MAN Kota Surabaya dalam pokok bahasan fungsi tangga. Penelitian ini mengadopsi metodologi kuasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest–posttest untuk membandingkan performa belajar siswa sebelum dan setelah intervensi pembelajaran dilaksanakan. Partisipan studi mencakup 34 siswa yang ditentukan melalui metode purposive sampling, dengan kriteria seleksi didasarkan pada pencapaian akademik dan kesiapan belajar. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar matematika, yang meliputi soal pilihan ganda dan soal esai, dirancang berdasarkan indikator pencapaian kompetensi untuk materi fungsi tangga. Analisis data dilaksanakan dengan memanfaatkan statistik deskriptif guna memaparkan ciri-ciri prestasi belajar peserta didik. Selanjutnya, dilakukan pengujian normalitas sebagai landasan dalam menentukan metode analisis inferensial. Mengingat data yang ada tidak memenuhi asumsi distribusi normal, pengujian hipotesis dilaksanakan menggunakan metode Wilcoxon Signed Rank Test. Berdasarkan hasil analisis, nilai rata-rata Hasil belajar siswa meningkat sebesar 26,66 poin dari nilai rata-rata 53,41 pada tahap pretest menjadi 77,67 pada tahap posttest, dengan tingkat signifikansi 0,000 (< 0,05), menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Temuan ini mendukung gagasan bahwa Educaplay adalah alat interaktif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa. Selain itu, integrasi nilai kejujuran Islami menjadikan hasil belajar lebih bermakna karena mencerminkan kemampuan autentik siswa sekaligus mendukung pembentukan karakter positif.