Tembaga merupakan material yang banyak digunakan pada komponen perpindahan panas karena memiliki konduktivitas termal yang tinggi. Kualitas sambungan las menjadi faktor penting dalam menjamin keandalan komponen selama masa operasi, terutama setelah terpapar lingkungan kerja dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi arus pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) terhadap kekuatan tarik sambungan Cu–Cu setelah perendaman dalam air demineral selama enam bulan. Material yang digunakan berupa pelat tembaga dengan ketebalan 2,7 mm yang disambung menggunakan proses GTAW/TIG dengan variasi arus 120 A, 135 A, dan 150 A. Setelah proses pengelasan, seluruh spesimen direndam dalam air demineral selama enam bulan, kemudian dilakukan pengujian tarik sesuai standar ASTM E8/E8M menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Parameter yang dianalisis meliputi kekuatan tarik maksimum (ultimate tensile strength) dan displacement saat patah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi arus pengelasan memengaruhi performa mekanik sambungan. Arus 120 A menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 217,542 MPa dengan displacement sebesar 31 mm, sedangkan arus 135 A menghasilkan kekuatan tarik terendah sebesar 212,521 MPa. Pada arus 150 A, kekuatan tarik meningkat kembali menjadi 216,438 MPa, namun displacement menurun menjadi 28 mm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa arus 120 A memberikan kombinasi terbaik antara kekuatan tarik dan kemampuan deformasi setelah sambungan mengalami perendaman dalam air demineral selama enam bulan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan parameter arus pengelasan berperan penting dalam mempertahankan performa mekanik sambungan tembaga pada aplikasi sistem perpindahan panas dan pendinginan.