Hendra Irawan
Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI PEMILIH PEMULA: PERAN AKSES INFORMASI DAN KESADARAN HAK PILIH DALAM PEMILU Muhammad Hilmi Masykur; Aziza Aziz Rahmaningsih; Hendra Irawan
JOURNAL IURIS SCIENTIA Vol. 4 No. 2 (2026): JOURNAL IURIS SCIENTIA
Publisher : Yayasan Merassa Indonesia Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62263/

Abstract

Historically, low turnout among first-time voters has often been driven by an information gap and inadequate outreach methods, coupled with the challenges of digital disruption that can create biased perceptions through viral content. This study aims to analyze the contribution of easy access to information through digital platforms and the level of voting rights awareness to the transformation of political participation patterns among first-time voters. Employing empirical legal research methods through a statute approach and a case study in Tulang Bawang Regency, data was collected through in-depth interviews and document studies. The results show a 28% surge in first-time voter participation in Tulang Bawang in the 2024 Election, driven by a shift in campaign patterns to digital spaces (such as TikTok and Instagram), which allow voters to independently analyze candidate programs. This finding marks a transformation in the participation model from merely passive mobilization to autonomous and substantive participation. In conclusion, the synergy between access to valid information and a strong awareness of voting rights has matured first-time voters into rational political actors who understand their moral and constitutional responsibilities, thereby directly improving the quality and substance of popular sovereignty in a democratic system.
The Shifting Meanings of Monetary Gift-Giving Traditions in Weddings Across Generations in Lampung Society: An Islamic Family Law Analysis rafi nailul_huda; elfa murdiana murdiana; m. fikri haikal; seja riyandani; Hendra Irawan
Qistie Jurnal Ilmu Hukum Vol 19 No 1 (2026): Qistie : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jqi.v19i1.15635

Abstract

Tradisi pemberian amplop uang (ngamplop) dalam upacara pernikahan merupakan praktik sosial yang mengakar kuat dalam masyarakat Indonesia, termasuk Lampung, yang awalnya dipahami sebagai bentuk solidaritas dan kerja sama timbal balik. Namun, modernisasi dan perkembangan teknologi telah menyebabkan pergeseran maknanya lintas generasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis transformasi tradisi ngamplop dan implikasinya terhadap hukum keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-legal kualitatif melalui penelitian lapangan, termasuk wawancara mendalam, observasi, dan tinjauan pustaka. Temuan menunjukkan bahwa Generasi X memandang ngamplop sebagai kewajiban sosial budaya, Generasi Y sebagai bentuk timbal balik dan investasi sosial, sedangkan Generasi Z menafsirkannya secara lebih personal, selektif, dan dimediasi secara digital. Pergeseran ini mencerminkan transformasi dari praktik kolektif menuju kecenderungan yang lebih rasional dan individualistis, dengan implikasi terhadap potensi transisi dari hibah (pemberian sukarela) ke pertukaran timbal balik yang melibatkan harapan akan pengembalian. Oleh karena itu, penafsiran ulang diperlukan untuk memastikan praktik tersebut tetap selaras dengan prinsip keadilan dan tidak membebani secara sosial ekonomi.