Theresia L. Boro
Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI SOSIALISASI DAN PENGENALAN PEMBALUT WANITA BERKUALITAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KANKER SERVIKS Kristina Moinono Nono; Maria T. Danong; Maria T.L Ruma; Fransiskus Kian Duan; Theresia L. Boro
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Women's reproductive health is one of the important indicators in public health development. One disease that still poses a serious threat to women is Cervical Cancer. This disease is generally caused by Human Papillomavirus (HPV) infection, but other risk factors such as low awareness of reproductive organ hygiene also play a role in increasing vulnerability to this disease. In addition, low awareness of reproductive organ hygiene, the use of feminine products that do not meet health standards, as well as lack of education about proper menstrual hygiene practices. One aspect that is often overlooked is the selection of safe and quality sanitary pads. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of women in the Ekam area, Kotabes Village, regarding the importance of recognizing quality sanitary pads as an effort to prevent reproductive health disorders, including cervical cancer. The methods used include counseling, product demonstrations, and evaluations. The material provided includes an introduction to cervical cancer, the importance of maintaining reproductive organ hygiene, characteristics of quality sanitary pads, and the correct way to use sanitary pads. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge after attending the socialization, indicated by the difference in scores between the pre-test and post-test. In addition, participants also showed a more positive attitude toward the importance of maintaining hygiene during menstruation and became more selective in choosing sanitary pad products. Keywords: cancer, cervix, quality, sanitary pad, women, menstruation, reproduction, socialization, Kotabes
HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK JENIS-JENIS TUMBUHAN GENUS EUPHORBIA (EUPHORBIACEAE) BERDASARKAN CIRI MORFOLOGI Maria T. Danong; Maria T.L. Ruma; Kristina M. Nono; Rony S. Mauboy; Theresia L. Boro; Emilia Etu
Floribunda Vol. 7 No. 2 (2023): Floribunda April 2023
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan fenetik jenis-jenis tumbuhan genus Euphorbia (Euphorbiaceae) berdasarkan ciri morfologi di Desa Oben, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara eksplorasi, koleksi dan dokumentasi. Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan ciri-ciri morfologi, serta gambar tumbuhan pada pustaka. Analisis hubungan kekerabatan jenis-jenis genus Euphorbia menggunakan prosedur simqual melalui program NTSYS–pc 2.02 (Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System). Analisis pengelompokan cluster menggunakan SHAN (Sequential Aglomerative Hierarchical and Nested Clustering). Kategori pengelompokan setiap STO menggunakan kriteria indeks similaritas (IS) dengan kriteria: IS: ≥ 0.75 = sangat dekat, 0.51–0.74 = dekat, 0.26–0.50 = tidak dekat, ≤ 0.25 = sangat tidak dekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan jenis tumbuhan genus Euphorbia yaitu E. antiquorum L., E. heterophylla L., E. hirta L., E. milii Des Moul., E. pulcherrima Willd. & Klotzsch, E. tirucalli L., E. tithymaloides L., dan E. trigona Mill. Euphorbia milii memiliki 3 varian yaitu bunga merah, bunga kuning dan bunga merah jambu. Hubungan kekerabatan jenis-jenis tumbuhan genus Euphorbia berdasarkan fenogram dapat dikelompokan dalam 2 kelompok yaitu kelompok I dengan hubungan kekerabatan sangat dekat dan IS = 0.82 dimiliki oleh E. trigona dan E. antiquorum; kekerabatan dekat dengan IS = 0.71–0.53 dimiliki oleh E. milii, E. heterophylla, E. tithymaloides dan E. tirucalli. Kelompok II dengan hubungan kekerabatan sangat jauh atau sangat tidak dekat dengan IS = 0.49 dimiliki oleh E. hirta dan E. pulcherrima.
HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DI KECAMATAN MOLLO UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Maria Teresia Danong; Maria T.L. Ruma; Refli Refli; Kristina M. Nono; Theresia L. Boro; Anastasia Nina
Floribunda Vol. 7 No. 4 (2024): Floribunda April 2024
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/floribunda.2024.4871

Abstract

Maria T. Danong, Maria T.L. Ruma, Refli, Kristina M. Nono,Theresia L. Boro, Anastasia Nina 2024. Hubungan kekerabatan  fenetik varian ubi jalar (Ipomoea batatas L.) berdasarkan karakteristik morfologi di kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan. Floribunda 7(4): 166–181 — Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan fenetik varian ubi jalar (Ipomoea batatas L) di Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara eksplorasi, koleksi dan dokumentasi. Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan ciri-ciri morfologi, serta gambar tumbuhan pada pustaka. Analisis hubungan kekerabatan ubi jalar (Ipomoea batatas L.) menggunakan prosedur Similarity for Qualitative Data (SIMQUAL) melalui program NTSYS–pc 2.02 (Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System). Analisis pengelompokan cluster menggunakan SHAN (Sequential Aglomerative Hierarchical and Nested Clustering). Kategori pengelompokan setiap STO menggunakan kriteria indeks similaritas (IS) dengan kriteria: IS: ≥ 0,75 = sangat dekat, 0,51–0,74 = dekat, 0,26–0,50 = tidak dekat, ≤ 0,25 = sangat tidak dekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 varian ubi jalar (Ipomea batatas L) di Kecamatan Mollo Utara Kabupaten TTS yaitu: I.batatas L. varian kulit putih daging umbi putih Desa Leloboko,I. batatas L. varian kulit putih daging umbi putih Desa Nefokoko, I.batatas L. varian kulit ungu daging umbi ungu,I. batatas L. varian kulit kuning daging umbi orange, I. batatas L. varian kulit putih pucat daging umbi kuning dan I. batatas .L varian kulit merah daging umbi putih. Hubungan kekerabatan fenetik varian ubi jalar berdasarkan fenogram dapat dikelompokan dalam 2 kelompok yaitu  kelompok pertama dengan hubungan  kekerabatan  sangat dekat  dengan IS= 0,91dimiliki I.batatas L. varian kulit ungu daging umbi ungu varian dan I. batatas L. varian kulit kuning daging umbi orange; IS = 0,85 dimiliki oleh I.batatas L. varian kulit ungu daging umbi ungu varian,I. batatas L. varian kulit kuning daging umbi orange dan I. batatas L. varian kulit putih pucat daging umbi kuning; IS = 0,79 dimiliki oleh  I. batatas Lvarian kulit putih daging umbi putih asal desa Leloboko dan I. batatas Lvarian kulit putih daging umbi putih asal desa Nefokoko;  IS = 0,75 dimiliki oleh I. batatas Lvarian kulit putih daging umbi putih asal desa Leloboko,I. batatas L varian kulit putih daging umbi putih asal desa Nefokoko, I. batatas L. varian kulit ungu daging umbi ungu, I. batatas L. varian kulit kuning daging umbi orange dan I. batatas L. varian kulit putih pucat daging umbi kuning. Kelompok kedua dengan hubungan kekerabatan  dekat dengan IS= 0,70 dimiliki oleh I. batatas L varian kulit merah daging umbi putih.