Nor Zakiah
STIQ Amuntai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Retorika Al-Qur'an dan Moderasi Beragama: Analisis Tafsir Tematik atas Delapan Dimensi Qaulan sebagai Strategi Komunikasi Digital yang Beradab Nor Zakiah
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 4 No. 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Pesatnya transformasi teknologi komunikasi digital telah mengubah ruang publik menjadi arena yang rentan terhadap polarisasi opini dan degradasi etika, yang secara signifikan mengancam nilai-nilai moderasi beragama. Fenomena ini memerlukan kerangka etis yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan presisi psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengontekstualisasikan delapan dimensi qaulan (maisuran, layyinan, ma’rufan, sadidan, balighan, tsaqilan, 'azhiman, dan kariman) sebagai strategi retorika Al-Qur'an dalam membangun etika komunikasi digital yang moderat dan beradab. Dengan menggunakan metode tafsir tematik, penelitian ini membedah delapan dimensi qaulan dalam Al-Qur’an yang menuntut kalibrasi diksi yang adaptif terhadap kondisi dan kerentanan audiens dengan empat indikator wasathiyah (tawasuth, tasamuh, i’tidal, dan tawazun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan dimensi qaulan merupakan instrumen moderasi beragama yang efektif secara konseptual dalam memitigasi budaya komunikasi toxic dan disinformasi, sekaligus beririsan secara produktif dengan kerangka teori komunikasi digital kontemporer seperti netiquette dan tipologi disinformasi. Integrasi prinsip-prinsip ini mentransformasi pola komunikasi transaksional menjadi interaksi digital yang berbasis empati, kejujuran objektif, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi berbasis qaulan adalah bentuk tanggung jawab spiritual yang mampu mewujudkan ekosistem ruang publik digital yang inklusif, moderat, dan mencerahkan bagi masyarakat kontemporer.
TAFSIR MAQĀŞIDĪ SEBAGAI MODEL METODOLOGI KOMPREHENSIF PEMAHAMAN AL-QUR’AN MODERAT Nor Zakiah
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 3 No. 02 (2025): July-December 2025
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tafsir maqāşidī sebagai model metodologi komprehensif pemahaman Al-Qur’an moderat dengan mendalami definisi, sejarah, dan kerangka metodologi tafsir tersebut melalui empat tokoh utama: Muhammad al-Ţāhir ibn ‘Āsyūr, Jasser Auda, Waşfī ‘Āsyūr ‘Ali Abū Zayd, dan Abdul Mustaqim. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir maqāşidī tidak hanya menafsirkan ayat Al-Qur’an secara literal tetapi menitikberatkan pada penggalian tujuan dan maksud (maqāşid) ayat-ayat Al-Qur’an. Dengan mensintensiskan pemikiran dari empat tokoh, tafsir maqāşidī mampu membangun paradigma pemahaman Al-Qur’an yang inklusif, berkeadilan, dan proporsional karena berbasis kemaslahatan (maşlaḥah). Dengan demikian, tafsir maqāşidī dapat dijadikan model metodologi komprehensif yang mendukung pemahaman Al-Qur’an moderat yang relevan dengan kondisi masyarakat kontemporer yang multikultural. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas wawasan metodologis penafsiran Al-Qur’an yang komprehensif untuk menghadirkan pemahaman Al-Qur’an yang moderat.