Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dapur Sehat KWT Panca Warna: Penguatan Dinamika Kelompok Wanita Tani dalam Pencegahan Stunting Berbasis Pangan Lokal Kacang Buncis di Desa Sembalun Hayati; Muktasam; Daeva Mubarika Raisa; Mardiana Mardiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): JPMSI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v8i1.2210

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that requires active community involvement, particularly from women farmer groups that play an important role in household food management. This community service activity aimed to strengthen the existence and group dynamics of the Panca Warna Women Farmer Group (Kelompok Wanita Tani/KWT) in supporting stunting prevention through the utilization of local food resources based on green beans in Sembalun Timba Gading Village, Sembalun District, East Lombok Regency. The implementation was carried out through three stages: preparation and coordination, socialization on strengthening the existence and dynamics of the women farmer group, and socialization on stunting prevention and the utilization of local green beans as a nutritious food source. The materials covered the concept of stunting, the First 1,000 Days of Life, the concept of Diverse, Nutritious, Balanced, and Safe (B2SA) food, the role of women farmer groups as agents of change, group dynamics, and the nutritional potential of green beans as a local food resource. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests. The results showed that the average percentage of correct answers increased from 73% in the pre-test to 91.5% in the post-test, indicating an average improvement of 18.5%. The highest increase was observed in the aspect of group business management, which improved by 40%. These findings demonstrate that the socialization program effectively enhanced participants’ knowledge and strengthened the role of the women farmer group as a driver of local food education and community-based stunting prevention.
Penguatan Literasi Gizi Anggota Kelompok Wanita Tani Panca Warna dalam Pencegahan Stunting Berbasis Pangan Lokal Kacang Buncis Mardiana; Hayati; Muktasam; Daeva Mubarika Raisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): JPMSI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v8i1.2332

Abstract

Stunting remains a serious chronic nutritional challenge in East Lombok Regency, West Nusa Tenggara. This community service activity aims to improve the nutritional literacy of Panca Warna Women Farmers Group (KWT) members in Bantek Hamlet, Sembalun Timba Gading Village, Sembalun District, in stunting prevention through the utilization of local green bean-based food. The method used is community education with a participatory approach through socialization, training, and group discussions. An initial knowledge assessment was conducted on 19 KWT members using a 10-item multiple-choice pretest covering stunting, the role of KWT, green bean potential, flour processing technology, and product marketing. Pretest results showed an average score of 8.47 out of 10. A total of 73.7% of respondents scored ≥8, indicating strong baseline knowledge. Key weaknesses were identified in group management and nutrition-based product marketing. This activity is expected to strengthen the institutional capacity of KWT as a local actor in reducing stunting prevalence.
PERBANDINGAN TINGKAT KESEMPATAN KERJA PADA USAHATANI NANAS DI KECAMATAN MASBAGIK DAN KECAMATAN PRINGGASELA Nia Amrina Rosada; Taslim Sjah; Hayati
Journal of Multidiscipline and Equality Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Multidiscipline and Equality
Publisher : CV. Cendekiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jme.v3i1.750

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis tingkat kesempatan kerja pada usahatani nanas di Kecamatan Masbagik, (2) menganalisis tingkat kesempatan kerja pada usahatani nanas di Kecamatan Pringgasela, dan (3) menganalisis perbandingan penggunaan tenaga kerja dalam keluarga dan tenaga kerja luar keluarga pada usahatani nanas di Kecamatan Masbagik dan Kecamatan Pringgasela. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah usahatani nanas di Kabupaten Lombok Timur. Penentuan daerah sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu di Kecamatan Masbagik dan Kecamatan Pringgasela. Penentuan jumlah responden menggunakan quota sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 orang yang terdiri atas 20 orang di Kecamatan Masbagik dan 20 orang di Kecamatan Pringgasela. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang bersumber dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode survei. Analisis data menggunakan analisis kesempatan kerja yang dihitung dalam Hari Kerja Orang (HKO), uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kesempatan kerja pada usahatani nanas di Kecamatan Masbagik mencapai 329,67 HKO per hektare, yang terdiri atas 93,07 HKO TKDK dan 236,60 HKO TKLK; (2) tingkat kesempatan kerja pada usahatani nanas di Kecamatan Pringgasela sebesar 261,36 HKO per hektare yang terdiri atas 103,82 HKO TKDK dan 157,54 HKO TKLK; dan (3) Perbandingan tingkat kesempatan kerja pada usahatani nanas di Kecamatan Masbagik dan Kecamatan Pringgasela berdasarkan Uji Mann–Whitney U menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,850 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat kesempatan kerja antara kedua kecamatan. Meskipun secara deskriptif total penggunaan tenaga kerja di Kecamatan Masbagik (329,67 HKO/ha) lebih tinggi dibandingkan Kecamatan Pringgasela (261,36 HKO/ha), perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Selain itu, penggunaan tenaga kerja luar keluarga (TKLK) lebih dominan dibandingkan tenaga kerja dalam keluarga (TKDK) di kedua kecamatan, yang menunjukkan bahwa usahatani nanas memiliki peran penting dalam menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah usahatani.