Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Peran Petugas Kesehatan dalam Meningkatkan Capaian ASI Eksklusif di Puskesmas Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir Siti Halimatul Munawarah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.22335

Abstract

AbstrakPemberian ASI secara eksklusif hingga bayi berusia enam bulan merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak. Namun, capaian praktik tersebut di wilayah kerja Puskesmas Indralaya masih belum memenuhi target nasional, yaitu baru mencapai 51,2% pada tahun 2023 dari target yang ditetapkan sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tenaga kesehatan dalam upaya meningkatkan cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Indralaya. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2025 dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, melibatkan tujuh partisipan yang terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab program ASI eksklusif, petugas KIA sekaligus konselor ASI, serta ibu yang memiliki bayi berusia 0–6 bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan penelaahan dokumen, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan menjalankan peran strategis sebagai komunikator melalui pemberian informasi dan edukasi mengenai manfaat ASI eksklusif kepada ibu dan keluarga. Selain itu, dalam fungsi motivasional, petugas memberikan dukungan psikologis dan sosial untuk memperkuat komitmen ibu dalam menyusui secara eksklusif. Peran fasilitasi diwujudkan melalui penyediaan berbagai sarana pendukung, seperti ruang laktasi dan layanan edukasi di posyandu, meskipun tingkat pemanfaatannya masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, sebagai konselor, tenaga kesehatan memberikan pendampingan berkelanjutan guna membantu ibu mengatasi hambatan teknis maupun psikologis dalam proses menyusui, sehingga berkontribusi terhadap penguatan upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif di tingkat pelayanan kesehatan primer. 
Analysis of the Role of Health Workers in Efforts to Increase the Coverage of Childbirth Assistance Fikriya Zaharani; Siti Halimatul Munawarah; Iwan Stia Budi; Ayu Prameswari
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 10 No. 1 (2026): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/znd0vy60

Abstract

Delivery assistance by health workers plays a crucial role in reducing the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) through the early detection of obstetric emergencies. In the study area, coverage of deliveries assisted by health workers was 71.1% in 2022, increased to 87.36% in 2023, but declined to 82.91% in 2024, remaining below the 100% target. This study aimed to analyze the role of health workers in improving delivery coverage within the working area of Palemraya Health Center. A qualitative approach was employed through in-depth interviews with 11 informants, observations, and document review conducted from May to July 2025. The data were analyzed using thematic analysis through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing with triangulation of sources, methods, and theories to ensure data validity. The study found that the absence of delivery facilities, the persistence of traditional birth attendants, and administrative issues related to maternal domicile were the main barriers to achieving optimal coverage of deliveries assisted by health workers.Recommended efforts include increasing the number of skilled birth attendants, constructing village maternity posts (Polindes),improving facilities, establishing partnerships with traditional birth attendants, and providing education for pregnant women and their families to update their domicile status before delivery.
Analisis Peran Petugas Kesehatan dalam Meningkatkan Capaian ASI Eksklusif di Puskesmas Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir Siti Halimatul Munawarah
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.22335

Abstract

Pemberian ASI secara eksklusif hingga bayi berusia enam bulan merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak. Namun, capaian praktik tersebut di wilayah kerja Puskesmas Indralaya masih belum memenuhi target nasional, yaitu baru mencapai 51,2% pada tahun 2023 dari target yang ditetapkan sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tenaga kesehatan dalam upaya meningkatkan cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Indralaya. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2025 dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, melibatkan tujuh partisipan yang terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab program ASI eksklusif, petugas KIA sekaligus konselor ASI, serta ibu yang memiliki bayi berusia 0–6 bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan penelaahan dokumen, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan menjalankan peran strategis sebagai komunikator melalui pemberian informasi dan edukasi mengenai manfaat ASI eksklusif kepada ibu dan keluarga. Selain itu, dalam fungsi motivasional, petugas memberikan dukungan psikologis dan sosial untuk memperkuat komitmen ibu dalam menyusui secara eksklusif. Peran fasilitasi diwujudkan melalui penyediaan berbagai sarana pendukung, seperti ruang laktasi dan layanan edukasi di posyandu, meskipun tingkat pemanfaatannya masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, sebagai konselor, tenaga kesehatan memberikan pendampingan berkelanjutan guna membantu ibu mengatasi hambatan teknis maupun psikologis dalam proses menyusui, sehingga berkontribusi terhadap penguatan upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif di tingkat pelayanan kesehatan primer. 
Systematic Review: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Remaja di Indonesia Amanda Dea Qur’annisya; Siti Halimatul Munawarah
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i3.7807

Abstract

Due to the growing prevalence of psychiatric conditions over the past few years, the mental well-being of adolescents has emerged as a significant public health challenge. Findings from the I-NAMHS 2023 reveal that over 33% of the adolescent population encountered mental health difficulties during the past 12 months. This condition is influenced by various interrelated determinants, both at the individual and environmental levels. The objective of this research was to examine the various factors influencing adolescent mental well-being in Indonesia through a systematic literature review. A comprehensive search was carried out across Google Scholar, ScienceDirect, and PubMed to identify academic papers written between 2020 and 2025, focusing on quantitative cross-sectional studies involving adolescents aged 10–19 years. Guided by PRISMA protocols, the methodological rigor of the selected literature was assessed via the JBI Critical Appraisal Checklist. Ultimately, from a pool of 1,825 retrieved articles, 21 met the inclusion standards and were subsequently analyzed. The findings indicate that adolescent mental health is influenced by internal factors such as sex, history of chronic illness, genetic predisposition, personality type, and lifestyle, as well as external factors including parenting style, social support, academic stress, experiences of bullying, socioeconomic status, digital media use, and educational environment. This study underscores that teenager mental well-being is determined by multi-level interactions, necessitating multifaceted interventions at personal, family, and community levels.