Infeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi pasca tindakan sectio caesarea yang masih menjadi masalah serius dalam pelayanan kesehatan karena dapat meningkatkan angka morbiditas, lama hari rawat, serta biaya perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan personal hygiene terhadap kejadian infeksi luka operasi serta menentukan variabel yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji bivariat (Fisher’s Exact Test) dan uji multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan APD dengan kejadian infeksi luka operasi (p = 0,000), dengan proporsi infeksi lebih tinggi pada penggunaan APD tidak sesuai (87,9%) dibandingkan sesuai (18,9%) dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 31,07. Personal hygiene juga menunjukkan pengaruh signifikan (p = 0,000), dimana seluruh responden dengan personal hygiene tidak baik mengalami infeksi (100%), sedangkan pada personal hygiene baik hanya 12,8% yang mengalami infeksi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa personal hygiene merupakan variabel paling dominan dengan nilai p = 0,009 dan Exp(B) = 1,550. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan APD dengan kejadian infeksi luka operasi (p = 0,000), dengan proporsi infeksi lebih tinggi pada penggunaan APD tidak sesuai (87,9%) dibandingkan sesuai (18,9%) dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 31,07. Personal hygiene juga menunjukkan pengaruh signifikan (p = 0,000), dimana seluruh responden dengan personal hygiene tidak baik mengalami infeksi (100%), sedangkan pada personal hygiene baik hanya 12,8% yang mengalami infeksi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa personal hygiene merupakan variabel paling dominan dengan nilai p = 0,009 dan Exp(B) = 1,550.