This Author published in this journals
All Journal Akademika
Nimatuz Zuhroh
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Nilai Moderasi dalam Kurikulum Pendidikan Islam(Kajian Sejarah Sosial dari Pesantren Tradisional ke Pendidikan Modern) Fatnun Fajriyah; Reza Zanjabila; Nimatuz Zuhroh; Moh. Padil
Akademika Vol 20 No 1 (2026): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/74846q80

Abstract

Moderasi beragama menjadi isu penting dalam merespons dinamika sosial kontemporer yang ditandai oleh munculnya radikalisme, intoleransi, dan polarisasi sosial. Dalam konteks tersebut, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi yang berakar pada tradisi keilmuan pesantren dan berkembang dalam sistem pendidikan modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi nilai moderasi dalam kurikulum pendidikan Islam melalui pendekatan sejarah sosial, khususnya dari tradisi pendidikan pesantren menuju sistem pendidikan Islam modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah sosial serta studi literatur yang meliputi karya klasik ulama, dokumen kurikulum pendidikan Islam, dan penelitian kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tradisional telah menanamkan nilai moderasi melalui pengajaran kitab klasik, praktik kehidupan santri, serta relasi sosial yang menekankan keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat. Nilai tersebut mengalami transformasi pada era modern melalui integrasi kurikulum nasional, penguatan pendidikan karakter, serta pengembangan moderasi beragama dalam kebijakan pendidikan. Transformasi tersebut tidak menghilangkan tradisi pesantren, tetapi menempatkan kembali nilai moderasi dalam konteks pendidikan Islam modern. Dengan demikian, penguatan moderasi dalam kurikulum pendidikan Islam merupakan proses historis berkelanjutan yang berperan dalam membentuk sikap keagamaan inklusif, toleran, dan proporsional dalam masyarakat plural di Indonesia