Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Educational Management in Islamic Boarding Schools: Enhancing Students’ Religious Character in Indonesian Senior High Schools Febri Aris Susanto; Moh. Padil; Achmad Fattah Yasin; Syarifaturrahmatullah Syarifaturrahmatullah; Afga Sidiq Rifai; Iri Hamzah; Bunayar Bunayar; Bima Fandi Asy’arie
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.7405

Abstract

Religious character development in students is a central goal of Islamic education, particularly within institutions adopting a boarding school-based management model. This study investigates how such a model supports the cultivation of students’ religious character at SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, East Java. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, interviews, and document analysis. The study focused on three core aspects of educational management: planning, implementation, and evaluation, within the boarding school context. The planning process aligns closely with the school’s vision, mission, and institutional goals, incorporating character values such as discipline, responsibility, independence, politeness, and religious worship. Implementation involves the integration of these values across all school activities, including formal subjects, extracurriculars, daily routines, and role modeling by teachers and boarding supervisors. Evaluation is conducted through supervision, identification of challenges, reporting, and formulation of follow-up actions, ensuring continuous improvement in character formation. Boarding school-based education management creates a structured and spiritually enriched environment that reinforces students' moral and religious development. By embedding character education within all aspects of school life, the model fosters sustainable internalization of Islamic values. This integrated approach proves effective in cultivating religious character through habit formation and consistent reinforcement.
RELIGIOUS ACTIVITIES AS HIDDEN CURRICULUM IN MADRASAHS: THE CONSTRUCTION OF RELIGIOUS CULTURE IN CHARACTER FORMATION Aulia Diana Devi; Sutiah; Moh. Padil; RAHMATULLAH ISMA'IL
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2025): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i1.4699

Abstract

This study examines religious activities in madrasahs as a form of hidden curriculum that contributes to the construction of religious culture and the formation of students’ character. Using a qualitative approach with a library research design, this study analyzes various relevant literature on Islamic education, hidden curriculum, and character education. The findings indicate that religious activities such as congregational prayer, Qur’anic recitation, and other ritual practices are not merely formal obligations, but function as implicit pedagogical instruments that shape students’ values, attitudes, and behaviors. Through repetitive practices and social interactions within the madrasah environment, these activities construct a religious culture that fosters discipline, social responsibility, and spiritual awareness. Furthermore, the concept of hidden curriculum provides a theoretical framework to understand how values are transmitted indirectly through daily practices and institutional culture. However, the effectiveness of religious activities depends on their implementation. When carried out only as routine formalities without reflective understanding, their transformative impact becomes limited. Therefore, this study highlights the importance of integrating reflective and contextual approaches in managing religious activities, supported by teacher exemplification and a conducive institutional environment. This research contributes to the discourse on Islamic education by emphasizing the role of experiential learning and implicit value transmission in fostering holistic character development in madrasahs. Keywords: Hidden curriculum; Religious activities; Madrasah education; Religious culture. Abstrak Penelitian ini mengkaji kegiatan keagamaan di madrasah sebagai bentuk kurikulum tersembunyi yang berkontribusi pada pembangunan budaya keagamaan dan pembentukan karakter mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian perpustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai literatur yang relevan tentang pendidikan Islam, kurikulum tersembunyi, dan pendidikan karakter. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah, pembacaan Al-Qur'an, dan praktik ritual lainnya bukan sekadar kewajiban formal, tetapi berfungsi sebagai instrumen pedagogis implisit yang membentuk nilai, sikap, dan perilaku siswa. Melalui praktik berulang dan interaksi sosial dalam lingkungan madrasah, kegiatan ini membangun budaya keagamaan yang menumbuhkan disiplin, tanggung jawab sosial, dan kesadaran spiritual. Selanjutnya, konsep kurikulum tersembunyi memberikan kerangka teoritis untuk memahami bagaimana nilai-nilai ditransmisikan secara tidak langsung melalui praktik sehari-hari dan budaya kelembagaan. Namun, efektivitas kegiatan keagamaan tergantung pada pelaksanaannya. Ketika dilakukan hanya sebagai formalitas rutin tanpa pemahaman reflektif, dampak transformatifnya menjadi terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan pendekatan reflektif dan kontekstual dalam mengelola kegiatan keagamaan, didukung oleh teladan guru dan lingkungan kelembagaan yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada wacana pendidikan Islam dengan menekankan peran pembelajaran pengalaman dan transmisi nilai implisit dalam mendorong pengembangan karakter holistik di madrasah. Kata kunci: Kurikulum tersembunyi; Kegiatan keagamaan; pendidikan madrasah; Budaya religius.
Transformasi Nilai Moderasi dalam Kurikulum Pendidikan Islam(Kajian Sejarah Sosial dari Pesantren Tradisional ke Pendidikan Modern) Fatnun Fajriyah; Reza Zanjabila; Nimatuz Zuhroh; Moh. Padil
Akademika Vol 20 No 1 (2026): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/74846q80

Abstract

Moderasi beragama menjadi isu penting dalam merespons dinamika sosial kontemporer yang ditandai oleh munculnya radikalisme, intoleransi, dan polarisasi sosial. Dalam konteks tersebut, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi yang berakar pada tradisi keilmuan pesantren dan berkembang dalam sistem pendidikan modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi nilai moderasi dalam kurikulum pendidikan Islam melalui pendekatan sejarah sosial, khususnya dari tradisi pendidikan pesantren menuju sistem pendidikan Islam modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah sosial serta studi literatur yang meliputi karya klasik ulama, dokumen kurikulum pendidikan Islam, dan penelitian kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tradisional telah menanamkan nilai moderasi melalui pengajaran kitab klasik, praktik kehidupan santri, serta relasi sosial yang menekankan keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat. Nilai tersebut mengalami transformasi pada era modern melalui integrasi kurikulum nasional, penguatan pendidikan karakter, serta pengembangan moderasi beragama dalam kebijakan pendidikan. Transformasi tersebut tidak menghilangkan tradisi pesantren, tetapi menempatkan kembali nilai moderasi dalam konteks pendidikan Islam modern. Dengan demikian, penguatan moderasi dalam kurikulum pendidikan Islam merupakan proses historis berkelanjutan yang berperan dalam membentuk sikap keagamaan inklusif, toleran, dan proporsional dalam masyarakat plural di Indonesia
PENGARUH MANAJEMEN DANA BANTUAN OPERASONAL SEKOLAH DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PRODUK KREATIF KEWIRAUSAHAAN KELAS XII SMKS RADEN RAHMAT MOJOSARI MOJOKERTO Nuril Zahrotul Jannah; M. Fahim Tharaba; Moh. Padil
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i3.2508

Abstract

This study aims to analyze the influence of School Operational Assistance Fund (BOS) management and teacher competence on students’ learning outcomes in the Creative Product and Entrepreneurship subject for twelfth-grade students at SMKS Raden Rahmat Mojosari Mojokerto. The study employed a quantitative approach with a causal associative research design. The research population consisted of 766 twelfth-grade students from nine departments, while the sample involved 113 respondents selected using the Slovin technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using SPSS version 26. The findings revealed that BOS fund management had a significant effect on students’ learning outcomes, with a significance value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.655. Teacher competence also had a significant effect on students’ learning outcomes, with a significance value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.790. Simultaneously, BOS fund management and teacher competence contributed 65.1% to students’ learning outcomes. Teacher competence was identified as the most dominant variable influencing learning outcomes compared to BOS fund management. This study highlights that effective educational fund management and professional teacher competence play an important role in improving learning quality and student achievement in vocational schools.