Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DILEMA SOSIOLOGI SISWA DIFABILITAS: TANTANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) Muhammad Zuhri Al Furqon; Eliza Agnesilviana; Salsabila Nova Dewi; Sa'adi Sa'adi
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara komprehensif dunia kehidupan (lifeworld) keberagaman pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) para siswa penyandang difabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif fenomenologi dengan analisis perspektif sosiologi pengetahuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode triangulasi, meliputi wawancara secara mendalam purposive sampling, observasi lapangan dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Salatiga. Informan meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru PAI, komite sekolah, orang tua dan siswa. Temuan hasil penelitian membuktikan pihak sekolah berhasil menjembatani keunikan dunia kehidupan (lifeworld) keberagaman siswa penyandang difabilitas dalam pembelajaran PAI melalui penerapan diferensiasi metode yang diselaraskan dengan jenis hambatan siswa. Ditemukan juga tantangan struktural dalam proses transmisi pengetahuan keagamaan yang dipindahkan dari ruang kelas eksklusif ke dalam ruang kolektif massal inklusif.
Antara Manual dan Digital: Tantangan Pendidikan Pesantren Tradisional dan Modern dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan Erlina Uswatun Khasanah; Laili Rif'ah Maftuhah; Nurul Hidayah; Sa'adi Sa'adi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pendidikan pesantren tradisional dan pesantern modern dalam menghadapi perkembangan teknologi digital ditinjau dari perspektif sosiologi pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multi-situs yang dilaksanakan di dua pondok pesantren modern (Bina Insani Baran Susukan) dan pesantren tradisional (Roudlotut Tholibin Jetis Susukan). Informan penelitian meliputi pengasuh pesantren, ustaz/ustazah, dan santri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tradisional tetap mempertahankan pembelajaran kitab kuning melalui metode bandongan dan diniyah sebagai identitas utama pendidikan pesantren, dengan pemanfaatan teknologi secara terbatas sebagai media pendukung pembelajaran, pesantren tradisional menekankan pelestarian tradisi keilmuan Islam, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai keagamaan dengan, sangat menekankan etika relasi sosial trdisional antara kiai (sebagai pengasuh pesantren) dan para santri. Sedangkan pesantren modern telah mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran dan pengelolaan pendidikan melalui pemanfaatan internet, media digital, serta kurikulum yang memadukan pendidikan agama dan pendidikan formal, dan lebih berorientasi pada inovasi dan pengembangan kompetensi digital, dengan etika relasi sosial yang lebih longgar (demokratis) antara kiyai dan para santri karena manajemen pesantren lebih banyak diperankan oleh direktur, kepala madrasah dan para ustad/ustadzah. Dari perspektif sosiologi pendidikan, perbedaan sistem pendidikan tersebut merupakan bentuk adaptasi sosial terhadap perkembangan zaman. Meskipun memiliki pendekatan yang berbeda, kedua pesantren tetap berperan dalam membentuk generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan di era digital tanpa kehilangan identitas pesantren.