Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi AI dalam Model Bisnis Technopreneurship UMKM: Mengisi Celah Digitalisasi di Era Pasca-Pandemi Angke Windi Indriani; Anisah Fitri Salsabilah; Nabila Rahma Addinia; Makmur Sujarwo
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam model bisnis technopreneurship UMKM sebagai upaya mengisi celah digitalisasi di era pasca-pandemi. Transformasi digital yang dipercepat oleh pandemi COVID-19 telah mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan teknologi, namun pada praktiknya masih banyak usaha kecil yang belum mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dalam pemasaran, pelayanan pelanggan, pengelolaan data, dan pengambilan keputusan bisnis. Kondisi ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak cukup hanya dimaknai sebagai kehadiran akun media sosial atau penggunaan marketplace, tetapi harus diarahkan pada pemanfaatan teknologi cerdas yang mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka terhadap literatur akademik, laporan riset, dan sumber kebijakan terkait digitalisasi UMKM, technopreneurship, dan AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berpotensi memperkuat model bisnis UMKM melalui otomatisasi layanan, analitik konsumen, personalisasi promosi, prediksi permintaan, serta optimalisasi keputusan berbasis data. Namun demikian, implementasi AI masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan literasi digital, biaya implementasi, resistensi pelaku usaha, keterbatasan infrastruktur, dan kekhawatiran terhadap privasi data. Oleh karena itu, integrasi AI dalam technopreneurship UMKM memerlukan dukungan kebijakan, pelatihan berkelanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri agar digitalisasi tidak berhenti pada tahap adaptasi dasar, melainkan berkembang menjadi strategi bisnis yang berkelanjutan.