Nurrahmayani Nurrahmayani
Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Gazali Soppeng, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Wacana terhadap Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang Pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat Isnaeni Isnaeni; Nurrahmayani Nurrahmayani; Nurul Izzah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana dalam pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Penelitian menggunakan pendekatan analisis wacana kritis untuk mengungkap konstruksi makna, strategi kebahasaan, dan ideologi yang terkandung dalam tuturan Presiden. Data penelitian berupa tuturan Presiden Prabowo Subianto dalam video berjudul “Rupiah Loyo, Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dollar Kok, Ya Kan? di Liputan 6” yang tayang pada 16 Mei 2026 dan diakses melalui platform YouTube. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Presiden Prabowo membangun wacana optimisme ekonomi melalui strategi simplifikasi isu ekonomi makro dengan mengaitkan pelemahan rupiah pada pengalaman konkret masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, penggunaan ungkapan persuasif, pronomina inklusif, dan narasi tentang ketahanan pangan serta energi berfungsi untuk meneguhkan kepercayaan publik terhadap stabilitas ekonomi nasional. Wacana tersebut juga menunjukkan upaya legitimasi kebijakan pemerintah melalui penekanan pada kekuatan fundamental ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. Dengan demikian, tuturan Presiden tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian informasi, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan persepsi dan pengelolaan opini publik terkait kondisi ekonomi nasional.