Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Norman Fairclough's critical discourse analysis on YouTube video Bisikan Rhoma Edition 171: royalty dispute, vision of fighting for justice for singers Isnaeni Isnaeni
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 1 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v9i1.8941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis percakapan antara Rhoma Irama, Armand Maulana, dan Ariel Noah dalam kanal YouTube Bisikan Rhoma dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Analisis ini mencakup tiga dimensi: teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Pada dimensi teks, ditemukan bahwa setiap tokoh menggunakan diksi yang mencerminkan posisi dan ideologi masing-masing: Rhoma Irama bersikap demokratis, Armand Maulana menunjukkan kegelisahan, dan Ariel Noah menawarkan solusi. Dimensi praktik diskursif menunjukkan bagaimana wacana ini diproduksi di forum publik, didistribusikan melalui media digital, dan dikonsumsi oleh masyarakat luas, khususnya pelaku industri musik. Sementara itu, dimensi praktik sosial mengungkap ketimpangan relasi kuasa antara pencipta lagu dan penyanyi serta perlunya reformasi hukum hak cipta di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wacana yang terbentuk tidak hanya merefleksikan konflik internal industri musik, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong perubahan sosial yang lebih adil dan sistemik.
The Function of Directive Speech Acts in Pepi Al-Bayqunie's Novel Calabai Isnaeni Isnaeni
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 1 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fungsi tindakan ucapan perintah yang terdapat dalam novel Calabai karya Pepi Al-Bayqunie. Tindakan bahasa perintah adalah jenis ucapan yang bertujuan untuk membuat mitra bicara melakukan suatu tindakan, seperti memerintah, memberi nasihat, meminta, melarang, dan sebagainya. Novel Calabai dipilih karena mengandung banyak dialog yang menggambarkan dinamika sosial dan budaya karakternya, terutama dalam konteks kehidupan bissu di Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari ucapan karakter dalam novel yang mengandung tindakan ucapan direktif, kemudian dianalisis berdasarkan teori tindakan ucapan Searle (1976) dan fungsi ilokusi menurut Leech (1993). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan ucapan direktif dalam novel Calabai memiliki berbagai fungsi, termasuk fungsi kompetitif (perintah, permintaan, teguran), fungsi menyenangkan (salam, hiburan), dan fungsi kooperatif (nasihat, advokasi). Fungsi-fungsi ini mencerminkan hubungan sosial, nilai-nilai budaya, dan konflik batin karakter, terutama dalam menghadapi norma-norma sosial dan agama。Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tindakan ucapan direktif dalam karya sastra tidak hanya bersifat komunikatif, tetapi juga sarat dengan makna sosial dan budaya。
THE FUNCTION OF ASSERTIVE SPEECH ACTS IN THE NOVEL CALABAI BY PEPI AL-BAYQUNIE Isnaeni Isnaeni; Mantasiah R.; Hasmawati Hasmawati
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 7 No 1 (2025): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v7i1.1305

Abstract

This research aims to analyze the function of assertive speech acts contained in the novel Calabai by Pepi Al-Bayqunie. Assertive speech act is a type of speech act that states something in accordance with reality, such as stating, informing, recommend, refuting, emphasizing, demanding, reporting, denying, disprove, hinting, boasting, complaining, and claiming. This study examines how the characters in the novel use assertive speech acts to express opinions, explain facts, and form social relations. The research is conducted by using pragmatic approach based on Searle's theory then the functions are mapped based on Leech's theory. The results show that the functions of assertive speech acts in this novel include cooperative functions, competitive functions, conflicting functions, and fun functions. These functions illustrate the social values and Bugis culture. Thus, the assertive speech acts in the novel Calabai not only function as a communication tool, but also as a means of conveying social criticism and strengthening identity.
READING THE TEACHER’S LANGUAGE: AN ANALYSIS OF VERBAL AND NONVERBAL COMMUNICATION EFFECTS ON CLASSROOM INTERACTION IN HIGHER EDUCATION Sry Wahyuni; Isnaeni Isnaeni
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 7 No 3 (2025): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v7i3.1596

Abstract

This study explores students’ perceptions of teachers’ verbal and nonverbal communication and how these communication behaviors influence classroom interaction and learning outcomes. Using a qualitative descriptive approach, observation and interview were used to gained the data. Two foreign language lecturers from Universitas Negeri Makassar were chosen as the sample of this research. The findings show that effective classroom interaction emerges from the combination of verbal and nonverbal communication rather than from a single medium of communication. Finding revealed that various forms of teacher behavior, such as explaining material with hand gestures, giving directions supported by gestures, smiling while asking questions, maintaining appropriate personal distance, and offering praise accompanied by positive facial expressions, significantly enhanced their learning experience. These combination of verbal and nonverbal communication helped students understand explanations more easily, encouraged them to speak, increased their enjoyment of the learning process, and boosting their spirit. Overall, this study demonstrates that meaningful classroom interaction is shaped by the teacher’s ability to integrate verbal explanations with effective nonverbal communication, highlighting the importance of communication awareness and training for teachers in higher education.
Campur Kode sebagai Strategi Komunikatif dalam Pembelajaran Praktik Penerjemahan Bahasa Jerman Isnaeni Isnaeni; Misnah Mannahali; Nursalam Nursalam
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk, fungsi, serta implikasi campur kode yang muncul dalam percakapan antara dosen dan mahasiswa semester V Tahun 2025 di Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Makassar (UNM). Data diperoleh dari transkrip interaksi di kelas pada Mata Kuliah Übersetzung in der Praxis (Praktik Penerjemahan) yang memperlihatkan percampuran bahasa Indonesia dan bahasa Jerman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis berdasarkan teori campur kode yang dikemukakan oleh Suwito (1983) dan Nababan (1984). Hasil analisis menunjukkan bahwa campur kode dalam interaksi kelas umumnya berbentuk penyisipan unsur leksikal berupa kata, frasa, dan klausa dari kedua bahasa yang digunakan. Penggunaan campur kode dilakukan untuk memperjelas makna, membantu pemahaman terhadap istilah atau konsep yang sulit, serta menyesuaikan situasi komunikasi yang terjadi di kelas. Fenomena ini tidak hanya menunjukkan kemampuan bilingual dosen dan mahasiswa, tetapi juga menegaskan bahwa campur kode memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran bahasa asing di perguruan tinggi.
Pelatihan Analisis Data Penelitian Menggunakan Microsoft Excel pada Mahasiswa Nur Rahmah Yunita Abar; Hasmawati Hasmawati; Maman Abdul Majid Binfas; Mantasiah R; Isnaeni Isnaeni
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2026): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i3.86612

Abstract

Abstrak. Mahasiswa tingkat akhir, khususnya dari program studi non-eksakta, kerap menghadapi kendala dalam mengolah data kuantitatif untuk tugas akhir akibat keterbatasan penguasaan perangkat lunak statistik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Makassar dalam mengelola dan menganalisis data penelitian menggunakan Microsoft Excel. Pelatihan dilaksanakan pada akhir Semester Ganjil Tahun Akademik 2023/2024 dan melibatkan 36 mahasiswa. Rangkaian kegiatan mencakup tiga tahap: identifikasi kebutuhan peserta, pelaksanaan pelatihan melalui metode praktik langsung, serta evaluasi proses dan hasil. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta dalam menerapkan fitur-fitur Excel untuk analisis deskriptif serta validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Peserta juga menunjukkan sikap antusias dan peningkatan kepercayaan diri dalam menyusun laporan penelitian secara sistematis. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik dengan pendekatan aplikatif efektif dalam mendukung kompetensi penelitian mahasiswa. Harapan kedepannya, agar kegiatan serupa direkomendasikan untuk diperluas cakupannya ke program studi lain yang memiliki tantangan serupa dalam pengolahan data.  Kata Kunci: Analisis data, Microsoft Excel, pengolahan data kuantitatif, mahasiswa non-eksakta 
Analisis Wacana terhadap Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang Pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat Isnaeni Isnaeni; Nurrahmayani Nurrahmayani; Nurul Izzah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana dalam pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Penelitian menggunakan pendekatan analisis wacana kritis untuk mengungkap konstruksi makna, strategi kebahasaan, dan ideologi yang terkandung dalam tuturan Presiden. Data penelitian berupa tuturan Presiden Prabowo Subianto dalam video berjudul “Rupiah Loyo, Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dollar Kok, Ya Kan? di Liputan 6” yang tayang pada 16 Mei 2026 dan diakses melalui platform YouTube. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Presiden Prabowo membangun wacana optimisme ekonomi melalui strategi simplifikasi isu ekonomi makro dengan mengaitkan pelemahan rupiah pada pengalaman konkret masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, penggunaan ungkapan persuasif, pronomina inklusif, dan narasi tentang ketahanan pangan serta energi berfungsi untuk meneguhkan kepercayaan publik terhadap stabilitas ekonomi nasional. Wacana tersebut juga menunjukkan upaya legitimasi kebijakan pemerintah melalui penekanan pada kekuatan fundamental ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. Dengan demikian, tuturan Presiden tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian informasi, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan persepsi dan pengelolaan opini publik terkait kondisi ekonomi nasional.
Commissive Speech Acts in President Prabowo Subianto's Speech at the 80th UN General Assembly: A Pragmatic Analysis Isnaeni Isnaeni
The Future of Education Journal Vol 4 No 8 (2025): Continued
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i8.1184

Abstract

This study examines commissive speech acts in President Prabowo Subianto's first speech at the 80th United Nations General Assembly in 2025 using a pragmatic approach. Commissive speech acts were chosen because the speech contains many statements that demonstrate political commitments, diplomatic promises, and Indonesia's strategic plans on global issues. This study uses a qualitative descriptive method with data consisting of utterances containing commissive elements in the speech. The analysis results show that the commissives that appear include forms of promises, willingness, commitments, and long-term plan statements. These findings indicate that the speech functions not only as a means of conveying information but also as a tool to build a diplomatic image and demonstrate Indonesia's position at the international level. Overall, commissive speech acts play an important role in reinforcing the political message and policy direction that Indonesia aims to assert in the global forum.
The Use of Persuasive Pragmatics in Communicating Education Policies to Address Learning Loss Isnaeni Isnaeni; Nurhayati Nurhayati; Adha Kurnianti; Nurrahmayani Nurrahmayani
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1222

Abstract

This study examines how Indonesia’s Minister of Primary and Secondary Education (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, employs persuasive pragmatic strategies when conveying education policies related to addressing learning loss after the Covid-19 pandemic. Through discourse analysis of his statements in press conferences and seminars on the implementation of deep learning, this research traces the forms of speech acts such as directives, representatives, and implicatures used to build support and influence how the public understands the policy. The findings show that Abdul Mu’ti underscores the seriousness of the learning-loss problem by referring to concrete data, including the decline in students’ cognitive abilities and the results of the 2022 Programme for International Student Assessment (PISA). Presenting these data serves to strengthen his arguments and enhance their persuasive force. In addition, his critique of surface-level learning practices generates an implicature that a shift in instructional approaches is an urgent necessity. His emphasis on the central role of teachers and assurances that the existing curriculum will not be replaced also function as strategies to reduce potential public resistance. This study demonstrates that Abdul Mu’ti’s use of language in policy communication plays a crucial role in framing deep learning as a solution for restoring the quality of national education.