Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Petani Terhadap Efektivitas Saluran Pemasaran Gabah Nur Aeni Adriani; Syamsul Rahman; Awaluddin Yunus
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap efektivitas saluran pemasaran gabah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani dalam memanfaatkan saluran pemasaran gabah di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 97 petani padi yang dipilih berdasarkan kriteria sebagai petani aktif dan pernah memasarkan gabah. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi petani serta analisis deskriptif melalui tabulasi frekuensi dan persentase untuk mengidentifikasi kendala pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap efektivitas saluran pemasaran gabah berada pada kategori baik, dengan nilai rata-rata sebesar 3,96, yang mengindikasikan bahwa petani menilai saluran pemasaran yang digunakan telah memberikan kemudahan akses, informasi harga, dan proses transaksi yang relatif memadai. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama terkait posisi tawar petani dan keuntungan yang diperoleh. Kendala utama yang dihadapi petani dalam pemanfaatan saluran pemasaran gabah adalah biaya angkut yang tinggi (27,84%), diikuti oleh harga gabah yang rendah (24,75%), keterbatasan informasi pasar (22,68%), ketergantungan pada tengkulak (18,55%), dan pembayaran tidak tunai (6,18%). Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pemerintah dan lembaga pemasaran untuk meningkatkan akses informasi pasar, memperkuat kelembagaan petani, serta memperbaiki sistem distribusi guna meningkatkan efektivitas pemasaran gabah dan kesejahteraan petani.