Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai kearifan lokal budaya Nusantara dalam naskah drama modern serta mengidentifikasi relevansinya dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Kajian ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya arus globalisasi yang berpotensi menggeser eksistensi budaya lokal, sehingga karya sastra, khususnya drama modern, menjadi media penting dalam menjaga identitas budaya bangsa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Sumber data utama berupa tiga naskah drama modern Indonesia yang terbit dalam rentang 2020–2025 dan dipilih secara purposive berdasarkan kandungan nilai budaya lokal di dalamnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui baca intensif, simak-catat, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam nilai kearifan lokal utama yang direpresentasikan dalam naskah drama modern, yaitu gotong royong (26%), musyawarah (20%), religiusitas (16%), penghormatan terhadap alam (15%), toleransi (13%), dan solidaritas sosial (10%). Nilai gotong royong menjadi representasi paling dominan, terutama melalui dialog tokoh dan penyelesaian konflik sosial. Selain itu, penggunaan bahasa daerah, rumah adat, ritual budaya, dan simbol tradisional menjadi elemen penting dalam memperkuat latar budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa drama modern masih memiliki kapasitas besar sebagai media pelestarian budaya dan penguatan identitas nasional. Penelitian ini menegaskan bahwa kearifan lokal dalam karya sastra bukan hanya refleksi budaya masa lalu, tetapi juga strategi adaptif dalam menghadapi tantangan modernitas.