Syifa Fuadiyah
Pondok Pesantren Qalbun Salim Cisaat Sukabumi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Pemahaman Ayat-Ayat Qitāl sebagai Respons terhadap Narasi Kelompok Ekstremis dan Islamofobia: Studi atas Kitab Mafhūm al-Jihād fī al-Islām Karya Syekh Ahmad Al-Tayeb Fakhrul Washil Galib; Nur Faizah Fakhriyah Galib; Syifa Fuadiyah; Ashabul Yamin Galib; Siti Yasirah Azzahra
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12379

Abstract

Artikel ini bertujuan merekonstruksi pemahaman ayat-ayat qitāl dalam Al-Qur'an berdasarkan perspektif Syekh Ahmad Al-Tayeb sebagai respons terhadap narasi kaum ekstremis dan Islamofobia. Kedua narasi tersebut sama-sama lahir dari pembacaan yang parsial terhadap ayat-ayat qitāl, sehingga melahirkan dua kesimpulan yang sama-sama menyimpang: kelompok ekstremis menjadikannya sebagai legitimasi kekerasan atas nama agama, sedangkan narasi Islamofobia menggunakannya untuk membangun citra bahwa Islam merupakan agama yang identik dengan kekerasan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber primer penelitian adalah kitab Mafhūm al-Jihād fī al-Islām karya Syekh Ahmad Al-Tayeb, sedangkan sumber sekunder berupa kitab-kitab tafsir klasik dan literatur akademik yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode content analysis terhadap argumentasi Al-Tayeb mengenai ayat-ayat qitāl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syekh Ahmad Al-Tayeb membangun rekonstruksi pemahaman ayat-ayat qitāl melalui pembacaan yang utuh dengan menjadikan QS. Al-Ḥajj [22]: 39–40 sebagai fondasi legitimasi peperangan, kemudian menghubungkannya dengan QS. Al-Baqarah [2]: 190–194, QS. An-Nisā' [4]: 75, 84, 90, dan 91, serta QS. At-Taubah [9]: 29 dan 123. Melalui pendekatan tersebut, Beliau menegaskan bahwa qitāl dalam Islam merupakan perang defensif yang disyariatkan untuk melindungi kaum tertindas, menjaga kebebasan beragama, melindungi tempat-tempat ibadah, dan menolak agresi, bukan sebagai instrumen penyebaran agama melalui kekerasan maupun pembenaran tindakan teror. Oleh karena itu, rekonstruksi pemahaman yang ditawarkan Syekh Ahmad Al-Tayeb memberikan landasan yang komprehensif untuk meluruskan misinterpretasi ayat-ayat qitāl sekaligus memperkuat wacana Islam yang moderat dan berkeadilan dalam menghadapi narasi ekstremisme dan Islamofobia.