Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Komunikasi Lingkungan Komunitas Resan Gunungkidul dalam Kegiatan Konservasi Sumber Air di Kabupaten Gunungkidul Isnan Nurhusaini; Monika Pretty Aprilia
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12380

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi komunikasi lingkungan yang dilakukan oleh Komunitas Resan Gunungkidul dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi sumber air di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan budaya lokal, pengetahuan tradisional, dan nilai-nilai berbasis komunitas dalam menyampaikan pesan ekologis serta mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Bahan dan metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas penggagas dan anggota Komunitas Resan Gunungkidul yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan langsung dalam kegiatan konservasi. Data dikumpulkan melalui wawancara tidak terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Observasi dilakukan pada kegiatan penanaman pohon, pembersihan sumber air, ritual adat, dan edukasi lingkungan. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi lingkungan dilakukan melalui tujuh tahapan, yaitu identifikasi isu, analisis audiens, penetapan tujuan komunikasi, pemilihan media, pemilihan komunikator, penyusunan pesan dan simbol, serta evaluasi. Komunitas memadukan media tradisional, komunikasi interpersonal, dan media digital. Ritual lokal, cerita rakyat, simbol pohon resan, kerja kolektif, dan Wayang Resan digunakan untuk menyampaikan pesan ekologis, sedangkan WhatsApp, Instagram, TikTok, YouTube, dan Resan.id digunakan untuk memperluas jangkauan komunikasi. Kesimpulan. Pemanfaatan budaya dan kearifan lokal mampu memperkuat pemahaman serta partisipasi masyarakat dalam konservasi sumber air. Strategi komunikasi yang kontekstual, partisipatif, dan berbasis komunitas dapat mendukung terbentuknya kesadaran ekologis dan praktik konservasi yang berkelanjutan.