Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efek Multiplier Kebijakan Fiskal: Analisis Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Terhadap Struktur Akuntansi Ekonomi Rumah Tangga dan Ketahanan Fiskal Nasional Inriyanti Assa; Helmin Rumbiak; Galio Burnames; Yulianti Karoma
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the fiscal policy impact of the Free Nutritious Meal Program (MBG) on macroeconomic multiplier effects and household accounting structures. Specifically, it examines the extent to which MBG creates household cash savings while identifying potential inequalities in fiscal benefits across income groups. This study employed a mixed-methods approach combining quantitative microeconomic analysis and macroeconomic literature review. The quantitative analysis used primary data from 585 households with school-aged children in Keerom Regency, particularly in the Arso area. Pearson’s Chi-Square test was applied to examine the associative relationship between regular household income and the amount of consumption expenditure savings. Meanwhile, the macroeconomic analysis was conducted through a review of empirical literature and national policy evaluation reports related to sectoral multiplier effects, inflation risks, and fiscal sustainability. The findings show a highly significant associative relationship between regular household income and consumption budget savings, with a p-value of 0.000043. At the micro level, fiscal benefits were distributed unequally. Middle- to upper-income households tended to gain larger cash surpluses of more than Rp100,000 per month, while low-income households mostly recorded micro-scale savings of less than Rp50,000 per month. At the macro level, MBG has the potential to stimulate agriculture, food processing, and local MSMEs. However, universal implementation may generate hidden costs, food substitution expenses, demand-pull inflation, and fiscal pressure. MBG can create new household disposable income and stimulate the local food economy. However, universal program design remains vulnerable to budget inefficiency, unequal fiscal benefits, and fiscal sustainability risks.
Efektivitas Edukasi Malaria Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Malaria dan Pengendalian Vektor di Wilayah Perbatasan Kabupaten Keerom, Papua : Pengabdian Helmin Rumbiak; Damiana V Manik; Ayu Sunarti; Inriyanti Assa; Nova Falentina Rumaropen; Konstantina Marthina Pariaribo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7791

Abstract

Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di wilayah Provinsi Papua, khususnya di Kabupaten Keerom yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea. Wilayah yang luas, akses transportasi yang terbatas pada sejumlah distrik, serta tingginya mobilitas penduduk lintas batas turut meningkatkan risiko penularan penyakit tular vektor. Tujuan kegiatan adalah menganalisis efektivitas edukasi malaria terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan malaria dan pengendalian vektor. Kegiatan dilaksanakan sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan desain evaluasi one-group pretest-posttest menggunakan kuesioner terstruktur pada 19 responden kepala keluarga. Hasil kegiatan menggambarkan peningkatan proporsi responden berkategori pengetahuan baik (skor ≥75%) dari 16 responden (84,2%) pada pre-test menjadi 17 responden (89,5%) pada post-test, sedangkan kategori kurang (<75%) menurun dari 3 responden (15,8%) menjadi 2 responden (10,5%). Kesalahan pemahaman terbanyak ditemukan pada butir pertanyaan mengenai definisi atau penularan malaria dan fungsi kasa ventilasi rumah sebagai upaya pencegahan. Edukasi malaria terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat, sejalan dengan teori Knowledge-Attitude-Practice (KAP), meskipun penguatan materi pada beberapa konsep dasar masih diperlukan. Edukasi berkelanjutan dengan media yang mudah dipahami dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat direkomendasikan untuk mendukung keberhasilan program pengendalian malaria di wilayah endemis perbatasan.