Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di wilayah endemis seperti Papua, dan kasusnya di Kota Jayapura terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada kelompok usia produktif termasuk mahasiswa. Mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Puncak Jaya yang merupakan salah satu wilayah dengan endemisitas malaria sangat tinggi saat ini tinggal di Asrama Putra dan Putri Kinaonak Puncak Jaya Kota Jayapura. Mahasiswa/I ini merupakan kelompok khusus yang rentan terhadap penularan berulang karena berpindah dari satu wilayah endemis ke wilayah endemis lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan malaria pada mahasiswa di asrama tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional yang dilaksanakan pada Maret 2026 terhadap 80 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 17–20 tahun (50,0%), berjenis kelamin laki-laki (60,0%), berasal dari suku Dani (61,2%), dan paling banyak berasal dari Distrik Ilu (37,5%). Berdasarkan tingkat pengetahuan, sebagian besar responden berada pada kategori cukup (65,0%), diikuti kategori kurang (27,5%), dan kategori baik hanya sebesar 7,5%. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun mahasiswa berasal dari daerah dengan paparan malaria tinggi, pemahaman mereka tentang penyebab, penularan, gejala, dan pencegahan malaria belum sepenuhnya optimal, sehingga diperlukan penguatan edukasi kesehatan yang lebih intensif dan berkelanjutan di lingkungan asrama.