Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kesenjangan Komunikasi terhadap Efektivitas Organisasi pada HIMANISRA Universitas Tidar Deva Lutfi Azizah; Lintang Laila Medianti; Amanda Rizka Amelia; Firly Amelia; Adika Lestari
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesenjangan komunikasi terhadap efektivitas organisasi pada HIMANISRA Universitas Tidar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 45 anggota aktif. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dalam organisasi tergolong baik, ditandai dengan kejelasan penyampaian informasi, kemudahan akses komunikasi, serta pemahaman pesan oleh anggota. Efektivitas organisasi juga berada pada kategori tinggi, terlihat dari tercapainya tujuan organisasi, kerja sama yang baik, hubungan yang harmonis, serta kepuasan anggota. Namun, masih terdapat indikasi kesenjangan komunikasi, seperti adanya anggota yang merasa kekurangan informasi dan perbedaan pendapat yang terkadang menghambat komunikasi. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kesenjangan komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas organisasi dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) dan koefisien determinasi sebesar 0,272. Hal ini berarti kesenjangan komunikasi memberikan kontribusi sebesar 27,2% terhadap efektivitas organisasi. Dengan demikian, kesenjangan komunikasi terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas organisasi, meskipun terdapat faktor lain yang juga memengaruhi.
Studi Komparatif Pelayanan Publik Berbasis Smart City pada Aplikasi Jogja Smart Service dan Magesty Emilia Zahra Narlita; Lintang Laila Medianti; Novita Putri Wijayanti; Aisyah Dani Rosyada; Aldeagustin Dwi Mulviani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10313

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya pada sektor pelayanan publik. Transformasi tersebut diwujudkan melalui penerapan konsep smart city yang menempatkan smart governance sebagai salah satu dimensi penting dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan implementasi smart governance pada aplikasi Jogja Smart Service (JSS) di Kota Yogyakarta dan Magesty di Kota Magelang sebagai bentuk inovasi pelayanan publik berbasis smart city. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (literature review) melalui pengumpulan data sekunder yang berasal dari artikel jurnal, buku, laporan penelitian, dan berbagai dokumen ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan berdasarkan lima dimensi utama smart governance, yaitu kesiapan infrastruktur teknologi, kualitas sumber daya manusia, integrasi layanan digital, partisipasi masyarakat, dan kemampuan pemerintah dalam melakukan inovasi pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua aplikasi telah berkontribusi dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik melalui penyediaan layanan yang lebih mudah diakses, efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Namun demikian, implementasi smart governance pada Jogja Smart Service menunjukkan tingkat optimalisasi yang lebih tinggi dibandingkan Magesty, terutama pada aspek integrasi layanan digital, kesiapan infrastruktur teknologi, partisipasi masyarakat, dan pengembangan inovasi pelayanan publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi smart governance sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur digital, kualitas sumber daya manusia, serta komitmen pemerintah dalam melakukan pengembangan layanan secara berkelanjutan.