Ilham Azmi
Pendidikan Agama Islam, Agama Islam, Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman, Semarang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literasi Artificial Intelligence Berbasis Nilai-Nilai Al-Qur'an dan Hadist Imam Anas Hadi; Rizka Dewi Khoirunnisa; Ilham Azmi; Dul Muhyi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes in various aspects of life, including education, economics, communication, and decision-making. In addition to the various benefits offered, the use of AI also presents ethical challenges such as the dissemination of invalid information, violation of privacy, misuse of technology, and decreased moral responsibility of users. This study aims to examine the concept of Artificial Intelligence literacy based on the values ​​of the Qur'an and Hadith as an ethical basis for utilizing technology responsibly. The study uses a library research method with a normative-philosophical approach and a study of maudhu'i interpretation of the verses of the Qur'an and Hadith related to knowledge, trustworthiness, honesty, tabayyun, responsibility, and benefits. Data are analyzed descriptively and analytically through interpretation of relevant primary and secondary sources. The results show that AI literacy from an Islamic perspective includes not only the ability to understand and use technology, but also the ability to assess, criticize, and utilize AI based on the values ​​of monotheism, trustworthiness, honesty (ṣidq), information verification (tabayyun), justice, and responsibility. These values ​​serve as the foundation for building an ethical, humanistic, and welfare-oriented digital culture. Therefore, integrating AI literacy with the values ​​of the Quran and Hadith can become a relevant Islamic educational paradigm in addressing technological developments while simultaneously developing intelligent, integrated, and morally upright AI users.
Polarisasi Pemahaman Keagamaan Dan Dampaknya Terhadap Toleransi Seagama Di Kalangan Generasi Z Ilham Azmi; Diyah Nuraini Mahmudah; Lilis Setyoningsih; Zaenal Abidin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena polarisasi pemahaman keagamaan di kalangan Generasi Z serta dampaknya terhadap toleransi seagama. Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, tumbuh dalam ekosistem digital yang sangat masif, di mana informasi keagamaan mudah diakses namun seringkali tidak terfilter dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method, menggabungkan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan pendekatan kuantitatif melalui survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polarisasi pemahaman keagamaan di kalangan Generasi Z dipengaruhi oleh algoritma media sosial yang menciptakan echo chamber, minimnya bimbingan dari otoritas keagamaan yang terstruktur, serta dominasi konten keagamaan radikal yang mudah menyebar secara viral. Dampak dari polarisasi ini antara lain menurunnya sikap toleran antar sesama muslim, meningkatnya kecenderungan takfiri (mudah mengkafirkan sesama), serta melemahnya ukhuwah Islamiyah. Solusi yang ditawarkan mencakup penguatan pendidikan agama Islam yang moderat di lembaga pendidikan formal, literasi digital keagamaan, serta peran tokoh agama dan keluarga dalam membentuk pemahaman Islam yang rahmatan lil 'alamin.