Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena polarisasi pemahaman keagamaan di kalangan Generasi Z serta dampaknya terhadap toleransi seagama. Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, tumbuh dalam ekosistem digital yang sangat masif, di mana informasi keagamaan mudah diakses namun seringkali tidak terfilter dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method, menggabungkan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan pendekatan kuantitatif melalui survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polarisasi pemahaman keagamaan di kalangan Generasi Z dipengaruhi oleh algoritma media sosial yang menciptakan echo chamber, minimnya bimbingan dari otoritas keagamaan yang terstruktur, serta dominasi konten keagamaan radikal yang mudah menyebar secara viral. Dampak dari polarisasi ini antara lain menurunnya sikap toleran antar sesama muslim, meningkatnya kecenderungan takfiri (mudah mengkafirkan sesama), serta melemahnya ukhuwah Islamiyah. Solusi yang ditawarkan mencakup penguatan pendidikan agama Islam yang moderat di lembaga pendidikan formal, literasi digital keagamaan, serta peran tokoh agama dan keluarga dalam membentuk pemahaman Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Copyrights © 2026