Maria Magdalena Wea
Universitas Flores

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menggali Nilai-Nilai Budaya Sejarah yang Terkandung pada Motif Tenun Ikat Jara dan Anggo pada UMKM Tenun Ikat In Roworeke Aenari Rewarangga Winda Deze; Anjelina Tea; Angela Yolanda Mando; Maria Elianti Bupu; Maria Magdalena Wea; Anjelina Patrisia Meno
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 12 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8236

Abstract

Tenun ikat merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis, sosial, filosofis, dan ekonomi bagi masyarakat Ende, Nusa Tenggara Timur. Salah satu motif yang masih dilestarikan adalah motif Jara dan Anggo yang diproduksi oleh UMKM Tenun Ikat In Roworeke Aenari Rewarangga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kedua motif tersebut serta menjelaskan proses produksi tenun ikat sebagai wujud teknologi budaya masyarakat Ende. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan ketua komunitas, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Jara mengandung nilai historis, sosial, adat, estetika, dan identitas lokal yang berkaitan dengan simbol keberanian leluhur serta fungsi kuda sebagai belis dalam perkawinan adat. Sementara itu, motif Anggo mengandung nilai simbolik-filosofis, sosial-komunal, dan pelestarian identitas budaya yang tercermin dalam makna singgasana adat dan lingkaran gawi sebagai simbol persatuan masyarakat Ende. Penelitian juga menemukan bahwa kedua motif telah memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), yang memperkuat pengakuan terhadap identitas budaya lokal. Selain itu, proses produksi tenun ikat yang melibatkan teknik, peralatan tradisional, dan pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun menunjukkan bahwa tenun ikat merupakan bentuk teknologi budaya yang kompleks. Dengan demikian, motif Jara dan Anggo tidak hanya berfungsi sebagai produk ekonomi, tetapi juga sebagai media pelestarian nilai budaya dan pengetahuan tradisional masyarakat Ende.