Afidatun Nuriyah
Universitas Qomaruddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Ditinjau Dari Disposisi Matematis Afidatun Nuriyah; Roisatun Nisa
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 14 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v14i2.11517

Abstract

Abstract Mathematical critical thinking skills are very important skills and need to be improved during the mathematics learning process, in line with the Independent Curriculum, which emphasizes critical reasoning as part of the graduate profile. However, in practice, students still have difficulty solving story problems. The purpose of this study was to describe the critical thinking skills of ninth-grade junior high school students at the UPT SMPN 13 GRESIK in solving story problems in terms of mathematical disposition. This is a descriptive qualitative study using an in-depth case study approach to analyze students' mathematical critical-thinking abilities in relation to their level of mathematical disposition. The research subjects were three students who represented the three levels of mathematical disposition: high, medium, and low. The subjects are selected by the discretion of the mathematics teacher and based on a mathematical disposition questionnaire. The given problem was 1 story problem that contained all indicators of mathematical critical-thinking skills. The data collection techniques used in this study were tests and interviews, with time triangulation to ensure data validity. The conclusion drawn from the results of this study is that students with a high level of mathematical disposition can meet all indicators of critical thinking skills, namely interpretation, analysis, evaluation, and inference. Students with a medium level of mathematical disposition can demonstrate three indicators of critical thinking skills: interpretation, analysis, and inference. Meanwhile, students with a low level of mathematical disposition can only fulfill two indicators of critical thinking skills, namely interpretation and analysis. Keywords: Mathematical Disposition; Critical Thinking Ability; Story Problems.   Abstrak Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan keterampilan yang sangat penting dan perlu ditingkatkan selama proses pembelajaran matematika, sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan penalaran kritis sebagai bagian dari profil lulusan. Namun, dalam praktik pembelajaran, masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa SMP kelas IX di UPT SMPN 13 GRESIK dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari disposisi matematis. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus mendalam yang berfokus pada analisis kemampuan berpikir kritis matematis siswa berdasarkan tingkat disposisi matematis. Subjek penelitian berjumlah tiga orang yang masing-masing mewakili siswa yang memiliki disposisi matematis tingkat tinggi, sedang dan rendah.  Subjek tersebut dipilih atas pertimbangan guru matematika dan berdasarkan angket disposisi matematis. Soal yang diberikan berupa 1 soal cerita yang memuat semua indikator kemampuan berpikir kritis matematis. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah tes dan wawancara dengan menggunaan triangulasi waktu untuk keabsahan data. Simpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah siswa yang memiliki disposisi matematis tingkat tinggi dapat memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis yaitu interpretasi, analisis, evaluasi dan inferensi. siswa yang memiliki disposisi matematis tingkat sedang dapat memenuhi 3 indikator kemampuan berpikir kritis yaitu interpretasi, analisis dan inferensi. Sementara itu, siswa yang memiliki disposisi matematis tingkat rendah hanya dapat memenuhi 2 indikator kemampuan berpikir kritis yaitu interpretasi dan analisis. Kata Kunci: Disposisi Matematis; Kemampuan Berpikir Kritis; Soal Cerita.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH TEORI PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR Roisatun Nisa'; Ika Victoria Nalurita; Muhammad Jamaluddin; Afidatun Nuriyah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.14213

Abstract

Pembelajaran di perguruan tinggi menuntut mahasiswa memiliki kemandirian belajar (self-regulated learning) sebagai salah satu kompetensi utama untuk mencapai pemahaman mendalam, khususnya pada mata kuliah yang bersifat teoretis seperti Teori Pembelajaran Matematika. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar mahasiswa masih rendah karena keterbatasan bahan ajar yang sistematis dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar mata kuliah Teori Pembelajaran Matematika yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Qomaruddin. Validasi dilakukan oleh tiga validator ahli, uji coba kepraktisan melibatkan 3 mahasiswa pada kelompok kecil dan 18 mahasiswa pada kelompok besar, sedangkan efektivitas diukur melalui angket kemandirian belajar dan tes pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar memiliki tingkat validitas sangat tinggi (skor rata-rata 3,78), kepraktisan pada kategori sangat praktis (rata-rata 3,73), serta keefektifan dengan peningkatan nilai pemahaman mahasiswa dari 67,5 menjadi 84,35 serta skor kemandirian belajar dengan kategori sangat efektif (rata-rata 88,79). Dengan demikian, bahan ajar yang dikembangkan terbukti layak digunakan dan berkontribusi dalam meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah Teori Pembelajaran Matematika