Nabila Ananda Firdaus
Universitas Brawijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dukungan Regional dan Kegagalan Gerakan Pemisahan Diri: Studi Komparasi Papua Barat dan Catalonia Nabila Ananda Firdaus; Reza Triarda
Resolusi: Jurnal Sosial Politik Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Department of Political Science - Universitas Sains Al-Qur’an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/resolusi.v9i1.11447

Abstract

Gerakan pemisahan diri terbentuk akibat tidak terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat daerah dan kebijakan pemerintah pusat yang cenderung diskriminatif. Peneliti mengkaji gerakan pemisahan diri Papua Barat dan Catalonia karena keduanya mengalami kegagalan akibat tidak adanya dukungan aktor regional. Dukungan aktor regional terbagi menjadi tiga: provision of tangible support diplomatic role, dan regional actor’s ability to shape great power foreign policy. Tujuan penelitian adalah untuk memahami hubungan antara dukungan aktor regional dengan kegagalan gerakan pemisahan diri di Papua Barat dan Catalonia. Metode yang digunakan adalah kualitatif komparatif dengan teknik studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan: dalam hal penyediaan dukungan nyata, Indonesia menggunakan kekuatan militer untuk menggagalkan kemerdekaan Papua Barat yang berbeda dengan sikap tidak memberikan dukungan apapun terhadap Catalonia maupun Spanyol dari Uni Eropa; dalam hal peran diplomatik, Indonesia mencari dukungan diplomatik negara Asia dan Afrika berbeda dengan Uni Eropa yang absen sebagai mediator konflik dan menghormati Konstitusi Spanyol; dalam hal kemampuan aktor regional mempengaruhi kebijakan luar negeri negara adidaya, kebijakan luar negeri Amerika Serikat berubah mengikuti kepentingannya dalam investasi tambang di Indonesia sedangkan dalam kasus Catalonia kerangka kebijakan luar negeri Amerika tetap sama.