Santri di pondok pesantren menghadapi berbagai tekanan psikologis yang kompleks, termasuk kerinduan terhadap keluarga (homesickness), beban akademik ganda antara kurikulum umum dan kurikulum keagamaan, serta minimnya layanan bimbingan dan konseling. Kondisi tersebut berpotensi melemahkan resiliensi apabila tidak didukung oleh faktor internal dan eksternal yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan dukungan keluarga terhadap resiliensi santri di Pondok Pesantren Al-Fatwa, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi berganda. Sampel penelitian terdiri atas 67 santri yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari total populasi sebanyak 109 santri. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga skala yang telah tervalidasi, yaitu Skala Resiliensi, Skala Kecerdasan Emosional, dan Skala Dukungan Keluarga, kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap resiliensi santri (t = 2,917; sig. = 0,005 < 0,05), dukungan keluarga tidak berpengaruh signifikan secara parsial (t = 0,723; sig. = 0,472 > 0,05), sedangkan kecerdasan emosional dan dukungan keluarga secara simultan berpengaruh signifikan terhadap resiliensi santri (F = 7,744; sig. = 0,001 < 0,05). Mayoritas santri berada pada kategori sedang untuk ketiga variabel penelitian. Kecerdasan emosional terbukti menjadi prediktor utama resiliensi, sementara dukungan keluarga berperan secara lebih tidak langsung. Oleh karena itu, penguatan kecerdasan emosional perlu menjadi prioritas dalam program pembinaan santri di lingkungan pondok pesantren