Prestasi akademik merupakan indikator penting keberhasilan mahasiswa dalam pendidikan tinggi dan umumnya diukur melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Berbagai faktor psikologis internal diyakini berkontribusi terhadap pencapaian akademik, termasuk mindfulness dan konsentrasi. Mindfulness merujuk pada kemampuan individu untuk menyadari pengalaman saat ini secara sadar tanpa penilaian, sedangkan konsentrasi berkaitan dengan kemampuan mempertahankan perhatian pada tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mindfulness dan konsentrasi dengan performa akademik mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Subjek penelitian terdiri atas 76 mahasiswa aktif Program Studi Teknik Sipil di Jakarta yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Mindfulness diukur menggunakan Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ), konsentrasi diukur menggunakan Student Learning Concentration Questionnaire Indonesia (SLCQ-I), dan performa akademik dinilai berdasarkan IPK kumulatif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat mindfulness tinggi, tingkat konsentrasi sedang, dan performa akademik dengan kategori IPK tinggi (≥2,75). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara mindfulness dan performa akademik mahasiswa (p = 0,783), maupun antara konsentrasi dan performa akademik (p = 0,119). Temuan ini mengindikasikan bahwa mindfulness dan konsentrasi tidak berasosiasi secara langsung dengan capaian akademik kumulatif mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa performa akademik mahasiswa dipengaruhi oleh faktor multidimensional yang lebih kompleks, sehingga mindfulness dan konsentrasi kemungkinan berperan sebagai faktor pendukung proses belajar, bukan sebagai prediktor langsung IPK. Penelitian lanjutan dengan desain longitudinal atau pendekatan intervensi disarankan untuk mengeksplorasi peran faktor psikologis lain yang dapat memediasi hubungan tersebut.