Raden Naufal Hilmi Saputra
STIE Indonesia Banking School

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pembinaan SDM dalam Menjembatani Kesenjangan antara Standar Operasional dan Realitas Lapangan pada Industri Outsourcing Maria Melisa Sutomo; Tia Yuniarsih; Syifa Ardhana; Raden Naufal Hilmi Saputra; Ahmad Setiawan Nuraya
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembinaan sumber daya manusia dalam menjembatani kesenjangan antara standar operasional dan realitas lapangan pada industri outsourcing pengamanan. Objek penelitian difokuskan pada PT. Balakosa Nusantara Services sebagai perusahaan penyedia jasa pengamanan yang menghadapi tantangan implementasi SOP pada kondisi operasional yang dinamis. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan menggunakan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Matriks IE, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi internal perusahaan berada pada kondisi kuat dengan skor IFE sebesar 2,80, sedangkan skor EFE sebesar 2,98 menunjukkan kemampuan perusahaan dalam merespons peluang dan ancaman eksternal secara baik. Permasalahan utama yang ditemukan adalah adanya gap antara SOP dengan kondisi nyata di lapangan akibat keterbatasan infrastruktur, variasi karakteristik proyek, kemampuan adaptasi SDM, dan kondisi situasional yang tidak menentu. Strategi yang paling relevan untuk diterapkan adalah pembinaan SDM berkelanjutan melalui pelatihan berbasis kondisi lapangan, penguatan pengambilan keputusan, peningkatan koordinasi, serta pembagian tugas berbasis prioritas risiko. Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan SOP, tetapi juga oleh kemampuan SDM dalam menyesuaikan diri dengan kondisi operasional di lapangan.