Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan serta solusi dalam implementasi program pelatihan di era digital. Transformasi digital telah mendorong perubahan sistem pelatihan dari metode konvensional menuju pelatihan berbasis teknologi seperti Learning Management System (LMS), video conference, serta media interaktif lainnya. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya interaksi peserta, desain materi yang kurang inovatif, serta sistem evaluasi yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah berupa jurnal nasional, buku, dan prosiding seminar yang relevan dengan topik pelatihan digital dan literasi teknologi. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi program pelatihan digital sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, dukungan infrastruktur, desain pembelajaran yang interaktif dan adaptif, serta sistem evaluasi berbasis digital yang terukur. Solusi strategis yang dapat diterapkan meliputi pelatihan literasi digital awal, optimalisasi LMS dan aplikasi konferensi daring, penggunaan metode pembelajaran interaktif seperti gamifikasi dan diskusi virtual, pengembangan materi berbasis microlearning, serta evaluasi menggunakan platform digital seperti Google Form. Dengan strategi yang terintegrasi, program pelatihan di era digital dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.