Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Elemen Kisah Teladan dalam Pembelajaran Akidah Akhlak pada Fase D, E, dan F Kurikulum Merdeka Abdullah Abdullah; Abdul Khair; Yuanda Dwi Safitri; Al-Ghina Latieva
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2719

Abstract

Kisah teladan merupakan elemen penting dalam pembelajaran Akidah Akhlak yang berfungsi menanamkan nilai-nilai keimanan dan karakter melalui figur inspiratif dalam sejarah Islam. Dalam Kurikulum Merdeka, materi kisah teladan disusun secara bertahap sesuai fase perkembangan peserta didik (Fase D, E, F). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan fungsi pedagogis elemen kisah teladan pada setiap fase, serta perbedaan pendekatan terhadapnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari dokumen SK Dirjen Pendis No. 9941/2025, buku teks, artikel jurnal, serta literatur yang relevan. Analisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Fase D (MTs), kisah teladan berfungsi sebagai pengenalan tokoh dan nilai moral dasar melalui pendekatan imitasi dan pembiasaan. Pada Fase E (MA kelas X), kisah diarahkan pada analisis kritis dan kontekstualisasi nilai dalam realitas sosial remaja. Pada Fase F (MA kelas XI-XII), kisah ini menekankan internalisasi nilai, refleksi mendalam, dan pengambilan keputusan moral secara mandiri. Kebaruan artikel ini terletak pada identifikasi gradasi pedagogis lintas fase serta implikasinya terhadap pengembangan metode pembelajaran. Kesimpulannya, efektivitas kisah teladan sangat bergantung pada kesesuaian antara karakteristik materi dan tahap perkembangan peserta didik
Penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran Akidah Akhlak: Kajian Konseptual dan Implementasi Abdullah Abdullah; Saudah Saudah; Agustina Rosalina; Nor Laila; Aditya Achmad Habibie
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7376

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak di madrasah masih menghadapi tantangan berupa dominasi metode pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran belum optimal. Problem Based Learning (PBL) hadir sebagai alternatif model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, penerapan, dampak, dan tantangan Problem Based Learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Penerapan PBL berdampak positif terhadap peningkatan keaktifan belajar, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, serta pembentukan karakter peserta didik. Namun, penerapan PBL masih menghadapi tantangan berupa kesiapan guru dan peserta didik, keterbatasan sarana, serta perlunya penguatan nilai-nilai Islam dalam proses pemecahan masalah. Kebaruan artikel ini terletak pada formulasi sintaks Problem Based Learning (PBL) yang disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran Akidah Akhlak serta identifikasi tantangan spesifik penerapannya dalam konteks pendidikan Islam.