Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN DIGITAL LOOKBOOK BERBASIS AI BAGI MASYARAKAT DI LKP AZ ZIKRA Rudi Hermawan; Rian Farta Wijaya; Eko Budianto; Muhammad Septian; Muhammad Hasyim As'ary; Andri Ismail Sitepu
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5315

Abstract

Abstract: The rapid development of artificial intelligence (AI) technology presents both challenges and opportunities for the general public, particularly in the creative economy sector. This community service activity aims to improve the digital literacy and creative competency of the community at LKP Az Zikra through training on creating digital lookbooks using AI-based platforms. The method employed involves direct training with a "learning by doing" approach, encompassing introduction to generative AI, prompt engineering techniques, and practical creation of digital fashion catalogs. The activity focuses on transferring skills in utilizing tools such as AI image generators to produce professional visual assets without high costs. The results indicate a significant increase in participants' ability to operate AI technology for product visualization purposes. Participants successfully produced digital lookbooks that meet industry standards in terms of aesthetics and resolution. This capability proves that AI technology democratization can be effectively achieved through structured non-formal education, providing economic value added for community business promotion Keywords: artificial intelligence; digital lookbook; community empowerment; creative economy; vocational training     Abstrak: Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat umum, khususnya dalam sektor ekonomi kreatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kompetensi kreatif masyarakat di LKP Az Zikra melalui pelatihan pembuatan digital lookbook berbasis platform AI. Metode yang digunakan adalah pelatihan langsung dengan pendekatan learning by doing yang mencakup pengenalan generative AI, teknik prompt engineering, dan praktik pembuatan katalog mode digital. Fokus utama kegiatan adalah transfer keterampilan penggunaan perangkat lunak penghasil gambar otomatis untuk menghasilkan aset visual profesional tanpa biaya tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam mengoperasikan teknologi AI untuk keperluan visualisasi produk. Peserta berhasil menghasilkan luaran berupa digital lookbook yang memenuhi standar estetika industri dan resolusi gambar. Kemampuan ini membuktikan bahwa demokratisasi teknologi AI dapat dilakukan efektif melalui pendidikan non-formal yang terstruktur serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi promosi usaha masyarakat.   Kata kunci: kecerdasan buatan; digital lookbook; pemberdayaan masyarakat; ekonomi kreatif; pelatihan vokasi    
Analisis Prediksi Kesesuaian Lulusan Dengan Dunia Kerja Menggunakan Model Ensemble Random Forest dan XGBoost Berdasarkan Data Tracer Study Universitas Royal Rudi Hermawan; Muhammad Iqbal; Muhammad Irfan Sarif
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i2.1398

Abstract

Transformasi digital mendorong institusi pendidikan tinggi untuk mengoptimalkan pengolahan data alumni guna meningkatkan mutu layanan dan efisiensi manajemen pendidikan. Universitas Royal memiliki data tracer study yang melimpah, namun pengelolaannya selama ini masih didominasi oleh pendekatan deskriptif konvensional sehingga potensi prediktifnya belum termanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat kesesuaian lulusan dengan dunia kerja menggunakan pendekatan ensemble learning yang menggabungkan algoritma Random Forest dan XGBoost melalui mekanisme soft voting classifier. Dataset awal diolah melalui tahap pembersihan data yang meliputi eliminasi label kosong, penghapusan data duplikat (deduplikasi), dan imputasi statistik, sehingga menghasilkan sebaran kelas target yang terdiri atas 759 data "Sesuai" (83,5%) dan 150 data "Tidak Sesuai" (16,5%). Proses prapemrosesan melibatkan imputasi median untuk data numerik, imputasi modus untuk data kategorikal, transformasi fitur dengan one-hot encoding pada variabel jurusan dan instansi, serta normalisasi menggunakan Min-Max Scaler. Dataset dengan total 909 data valid ini dibagi secara proporsional menjadi 727 data latih (80%) dan 182 data uji (20%). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model ensemble voting mencatatkan performa tertinggi dibandingkan model tunggal, dengan nilai akurasi sebesar 80,77%, presisi 85,45%, recall 92,76%, dan F1-score 88,96%. Sebagai pembanding, algoritma Random Forest tunggal memperoleh akurasi 78,57% dan XGBoost memperoleh 79,67%. Melalui analisis feature importance, ditemukan bahwa masa tunggu kerja merupakan faktor paling dominan dengan kontribusi sebesar 33,3%, diikuti oleh kompetensi (26,7%), Indeks Prestasi Kumulatif (24,6%), instansi tempat kerja (12,8%), dan program studi (2,6%). Pendekatan ensemble ini terbukti efektif dalam memberikan stabilitas generalisasi yang superior untuk memproyeksikan linearitas karier alumni serta mendukung pengambilan keputusan strategis institusi.
DIGITALISASI BISNIS RENGGINANG MELALUI PENERAPAN WEBSITE E-COMMERCE UNTUK PEMBERDAYAAN UMKM DI BATU BARA Rudi Hermawan; Muhammad Irfan Sarif; Ade Guna Suteja; Ramli S. Siburian
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5281

Abstract

Abstract: Marketing digitalization poses a primary challenge for Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) in rural areas with limited technological literacy. The partner for this community service is Rengginang Bg Ar, a home industry in Batu Bara Regency experiencing revenue stagnation due to conventional marketing patterns and minimal digital knowledge for market expansion. This activity aims to empower the partner through intensive mentoring on business transformation and the application of appropriate technology in the form of an E-Commerce website. The implementation method consists of three chronological stages: socialization of digital urgency, installation of a web-based sales information system, and training on system operation and online order management. The results indicate an increase in the partner's understanding of digital marketing to 90%, compared to the initial condition of only 20%. The partner is now able to manage the online store independently, resulting in the opening of new market access outside the sub-district area and a significant increase in product sales potential. The implementation of a digital market platform proved to be an effective solution for resolving limited market reach and improving the partner's business competence.            Keywords: digitalization; e-commerce; marketing; UMKM; rengginang  Abstrak: Digitalisasi pemasaran menjadi tantangan utama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pedesaan yang memiliki keterbatasan literasi teknologi. Mitra pengabdian ini adalah Rengginang Bg Ar, industri rumahan di Kabupaten Batu Bara yang mengalami stagnasi omzet akibat pola pemasaran konvensional dan minimnya pengetahuan digital untuk perluasan pasar. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan mitra melalui pendampingan intensif transformasi bisnis dan penerapan teknologi tepat guna berupa website E-Commerce. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahapan kronologis: sosialisasi urgensi digital, instalasi sistem informasi penjualan berbasis web, serta pelatihan operasional sistem dan manajemen pesanan daring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra terkait pemasaran digital sebesar 90% dari kondisi awal yang hanya 20%. Mitra kini mampu mengelola toko daring secara mandiri, yang berdampak pada terbukanya akses pasar baru di luar wilayah kecamatan serta peningkatan potensi penjualan produk secara signifikan. Implementasi platform pasar digital terbukti menjadi solusi efektif untuk memecahkan masalah keterbatasan jangkauan pasar dan meningkatkan kompetensi bisnis mitra. Kata kunci: digitalisasi; e-commerce; pemasaran; UMKM; rengginangÂ