Farodis Salsabila
Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

When AI Meets Academic Integrity: Chatgpt Use and Plagiarism Awareness in a Pesantren-Based University Farodis Salsabila; Khoirul Huda
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2910

Abstract

Meningkatnya penggunaan alat kecerdasan buatan generatif seperti ChatGPT telah menimbulkan kekhawatiran terkait integritas akademik di pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara penggunaan ChatGPT dalam pengerjaan tugas akademik dan kesadaran plagiarisme pada mahasiswa sarjana di sebuah universitas berbasis pesantren di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 120 mahasiswa sarjana yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-report yang terdiri atas Skala Penggunaan ChatGPT dan Skala Kesadaran Plagiarisme. Analisis statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman’s Rho dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat penggunaan ChatGPT yang sedang (M = 31,80; SD = 6,59) serta tingkat kesadaran plagiarisme yang relatif tinggi (M = 39,12; SD = 6,47). Analisis korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan ChatGPT dan kesadaran plagiarisme (r = 0,111; p = 0,229). Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan ChatGPT tidak secara otomatis berkaitan dengan kesadaran etis mahasiswa terhadap plagiarisme. Penelitian ini menegaskan pentingnya membedakan antara kesadaran plagiarisme dan perilaku yang berkaitan dengan plagiarisme, serta menunjukkan bahwa konteks institusional dan budaya dapat memengaruhi cara mahasiswa berinteraksi dengan teknologi AI. Institusi pendidikan sebaiknya berfokus pada penguatan pendidikan integritas akademik dan praktik penggunaan AI yang bertanggung jawab, daripada hanya mengandalkan pendekatan yang bersifat restriktif.