Meningkatnya penggunaan alat kecerdasan buatan generatif seperti ChatGPT telah menimbulkan kekhawatiran terkait integritas akademik di pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara penggunaan ChatGPT dalam pengerjaan tugas akademik dan kesadaran plagiarisme pada mahasiswa sarjana di sebuah universitas berbasis pesantren di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 120 mahasiswa sarjana yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-report yang terdiri atas Skala Penggunaan ChatGPT dan Skala Kesadaran Plagiarisme. Analisis statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman’s Rho dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat penggunaan ChatGPT yang sedang (M = 31,80; SD = 6,59) serta tingkat kesadaran plagiarisme yang relatif tinggi (M = 39,12; SD = 6,47). Analisis korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan ChatGPT dan kesadaran plagiarisme (r = 0,111; p = 0,229). Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan ChatGPT tidak secara otomatis berkaitan dengan kesadaran etis mahasiswa terhadap plagiarisme. Penelitian ini menegaskan pentingnya membedakan antara kesadaran plagiarisme dan perilaku yang berkaitan dengan plagiarisme, serta menunjukkan bahwa konteks institusional dan budaya dapat memengaruhi cara mahasiswa berinteraksi dengan teknologi AI. Institusi pendidikan sebaiknya berfokus pada penguatan pendidikan integritas akademik dan praktik penggunaan AI yang bertanggung jawab, daripada hanya mengandalkan pendekatan yang bersifat restriktif.
Copyrights © 2026