Penggunaan Instagram yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa memberikan manfaat dalam komunikasi, sosial, dan akses informasi. Namun, penggunaan media sosial juga dapat mendorong munculnya perilaku Social comparison yang berpotensi memengaruhi Subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Social comparison terhadap Subjective well-being pada mahasiswa pengguna Instagram di Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Social comparison yang diadaptasi dari Daniartha (2025) dan skala Subjective well-being yang diadaptasi dari Situmorang (2024). Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Social comparison berpengaruh signifikan terhadap Subjective well-being dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,990 menunjukkan bahwa Social comparison memberikan kontribusi sebesar 99,0% terhadap Subjective well-being, sedangkan sisanya sebesar 1,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Social comparison, semakin tinggi Subjective well-being mahasiswa pengguna Instagram. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa mahasiswa cenderung melakukan Social comparison secara positif dan adaptif dengan menjadikan pencapaian, pengalaman, dan keberhasilan orang lain sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk mengembangkan diri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dan perguruan tinggi meningkatkan literasi digital, pengelolaan emosi, serta penggunaan media sosial bijak dan sehat di era digital.