Literasi kritis ialah kompetensi memahami, menafsirkan, mengevaluasi, dan merefleksikan informasi yang diperoleh dari berbagai teks. Oleh karena itu penelitian ini mengkaji tingkat literasi kritis siswa dalam memaknai teks naratif masih perlu dikaji guna melihat ketercapaian tujuan pembelajaran. Kajian ini penting untuk dilakukan untuk memperluas ilmu tentang literasi kritis dan ketercapaiannya dalam aktivitas pembelajaran guna memberikan sumbangan kepada penelitian selanjutnya untuk membuat inovasi dalam meningkatkan literasi kritis siswa. Oleh karena itu Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi literasi kritis tingkat tinggi peserta didik kelas VII. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Mixed Methods dengan desain Explanatory Sequential. Sampel penelitian terdiri atas 19 siswa kelas VII SMP St. Regina School Telagah. Data dikumpulkan melalui tes literasi kritis dan observasi keterlibatan kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi kritis tingkat tinggi siswa berada pada rata-rata 40,18 dengan kategori kurang baik. Dimensi interpretasi memperoleh capaian yang relatif lebih baik, meskipun masih didominasi pemahaman literal. Sementara itu, dimensi evaluasi moral dan refleksi sosial menunjukkan capaian yang lebih rendah karena siswa belum mampu memberikan penilaian yang logis serta mengaitkan isi teks dengan konteks kehidupan nyata. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi kritis tingkat tinggi siswa dalam memaknai teks naratif masih perlu ditingkatkan, terutama pada aspek evaluasi moral dan refleksi sosial melalui pembelajaran yang mendorong analisis, penalaran, dan keterkaitan teks dengan pengalaman kehidupan sehari-hari.