Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Concepts of Naṣ, Ẓāhir, and Mu’awwal in Ushul Fiqh and Their Implications for Drawing Legal Conclusions in Islamic Law Muhammad Sauqi; Laili Nuzulur Rahmah; Nor Hidayah; Anggun
SETYAKI : Jurnal Studi Keagamaan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/setyaki.v4i1.2522

Abstract

This study analyzes the concepts of naṣ, ẓāhir, and mu’awwal in ushul fiqh and their implications for Islamic legal deduction (istinbaṭ al-aḥkām). These three concepts are essential for understanding Islamic legal texts, since not all Qur’anic and prophetic texts share the same level of clarity of meaning. The research employs a library research method with an ushul fiqh approach and a descriptive-analytical analysis of classical and contemporary literature. The results show that naṣ is a text whose meaning is entirely clear and admits no other possible meaning; ẓāhir is a text whose meaning is clear yet still allows interpretation (ta’wīl); while mu’awwal is a text whose apparent meaning has been diverted on the basis of stronger supporting evidence. The implications of these three concepts significantly affect the process of legal deduction, especially in determining obligatory, recommended, forbidden, and disliked rulings. A proper understanding of naṣ, ẓāhir, and mu’awwal is therefore crucial for mujtahids in establishing Islamic law.
Optimalisasi Wakaf Uang untuk Kemandirian Ekonomi Pesantren melalui Edukasi Hukum dan Peningkatan Kapasitas Nadzir di Kalimantan Selatan: Optimizing Cash Waqf for Economic Independence of Islamic Boarding Schools through Legal Education and Nazhir Capacity Building in South Kalimantan Muhammad Arief Budiman; Muhammad Sauqi; Lusiana
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1132

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan wakaf uang sebagai instrumen penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui edukasi hukum wakaf dan peningkatan kapasitas nadzir di Kalimantan Selatan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Hotel Grand Qin Banjarbaru dengan melibatkan 30 peserta yang merupakan perwakilan pengurus pesantren dari Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Tanah Laut. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta pendampingan konseptual. Materi yang disampaikan meliputi fikih wakaf, regulasi perwakafan nasional, peran Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam penguatan legalitas dan profesionalisme nadzir, serta strategi pengelolaan wakaf uang secara produktif dan berkelanjutan untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai prinsip syariah dan aspek hukum wakaf uang, tata kelola nadzir, prosedur legalisasi wakaf uang, serta model-model pengembangan ekonomi pesantren berbasis wakaf produktif. Selain itu, peserta mampu merumuskan rencana tindak lanjut pengelolaan wakaf uang di pesantren masing-masing sebagai upaya mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas kelembagaan pesantren serta membangun ekosistem wakaf produktif di Kalimantan Selatan
Dinamika Praktik Perdagangan Saham dalam Perspektif Fatwa DSN-MUI: Investasi atau Spekulasi? Muhammad Sauqi; Muhammad Noval Azkia; Muhammad Arief Budiman
Al-Faruq: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Al-Faruq : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/al-faruq.v5i2.4746

Abstract

The development of the Islamic capital market in Indonesia shows increasingly complex dynamics along with the growing knowledge and participation of society in investment activities, particularly in stock investment. Advances in technology have made stock investment more accessible and attractive as an alternative for gaining profit and maintaining financial stability in the future. However, the growing practice of stock trading has raised debates among society regarding whether such activities contain elements of speculation prohibited in Islam. Therefore, this study was conducted to analyze the differences between speculation and investment practices in stock trading based on the perspective of DSN-MUI fatwas. This research uses a qualitative method with a literature study approach by examining relevant sources such as journal articles, books, and regulations related to the Islamic capital market. The results show that stock investment in Islamic perspective is not automatically categorized as maysir (gambling) as long as it is conducted with careful analysis, consideration of company performance, and a long-term investment orientation. Conversely, activities relying solely on price fluctuations without adequate analysis tend to lead to speculative practices resembling of gambling.