Entrepreneurial Effectuation merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menghadapi ketidakpastian di dunia usaha dan persaingan kerja yang semakin kompetitif. Namun, pada kenyataannya masih terdapat siswa yang belum memiliki keberanian untuk mengambil keputusan usaha, beradaptasi terhadap perubahan, serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa Entrepreneurial Effectuation siswa masih perlu ditingkatkan dan diduga dipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan terhadap entrepreneurial effectuation. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 700 siswa kelas XII SMKN Bantarkalong, dengan jumlah sampel 255 responden yang ditentukan dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis dengan metode regresi linier berganda. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap entrepreneurial effectuation (β = 0,172; p = 0,003). Pendidikan kewirausahaan juga berpengaruh signifikan terhadap entrepreneurial effectuation (β = 0,690; p = 0,000). Selain itu, secara simultan dukungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap entrepreneurial effectuation siswa (F = 210,615; p = 0,000). Model penelitian menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,626. Yang berarti bahwa 62,6% variasi entrepreneurial effectuation dapat dijelaskan oleh dukungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan. Sedangkan sisanya sebesar 37,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini menegaskan bahwa dukungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan berperan penting dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kreatif, memanfaatkan peluang, menghadapi risiko, serta mengambil keputusan secara fleksibel dan adaptif.