Baren Rumanasen
Akademi Perikanan Kamasan Biak, Papua

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Variasi Morfometrik Kepiting Bakau (Scylla serrata dan Scylla tranquebarica) di Desa Tanjung Barari, Kabupaten Biak Numfor, Papua: Morphometric Variation of Mangrove Crabs (Scylla serrata and Scylla tranquebarica) in Tanjung Barari Village, Biak Numfor Regency, Papua Bernhard Katiandagho; Baren Rumanasen; Engli S. Likumahua
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 6 No. 2 (2026): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v6i2.113

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata dan Scylla tranquebarica) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi yang hidup di ekosistem mangrove pesisir tropis, termasuk di wilayah Papua. Kajian morfometrik penting dilakukan untuk memahami variasi populasi serta mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan karakter truss morfometrik kepiting bakau yang berasal dari dua lokasi di Desa Tanjung Barari, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026 menggunakan metode random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 individu pada setiap lokasi penelitian. Pengukuran morfometrik dilakukan menggunakan perangkat lunak TPSUtil dan TPSDig berdasarkan titik-titik landmark anatomi yang telah ditentukan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji t independen, ANOVA satu arah, uji Kruskal–Wallis, serta Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata karakter truss morfometrik pada kedua lokasi relatif serupa. Nilai tertinggi ditemukan pada karakter lebar karapas maksimum (G5), sedangkan nilai terendah terdapat pada bagian anterior tubuh. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan (p > 0,05) antara kedua lokasi penelitian. Analisis PCA menunjukkan bahwa variasi morfometrik terutama dipengaruhi oleh ukuran karapas dan tidak memperlihatkan pemisahan kelompok yang jelas antar populasi. Dengan demikian, populasi kepiting bakau pada kedua lokasi memiliki karakter truss morfometrik yang relatif homogen, yang mengindikasikan kondisi lingkungan yang serupa serta kemungkinan adanya keterkaitan ekologis antar populasi