Alvin Tantri
Universitas IBBI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh FoMO dan Scarcity Terhadap Impulse Buying Pada Konsumen Gen-Z di Kota Medan Edward Santoso; Steven Steven; Zefanya G.A.Br. Siahaan; Alvin Tantri; Alexander Barus
Jurnal Ekonomi Bisnis Digital Vol 5 No 2 (2026): Artikel Bulan Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebidi.v5i2.418

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat, khususnya Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial dan platform belanja daring. Kondisi tersebut mendorong munculnya perilaku pembelian impulsif (impulse buying) yang dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) dan scarcity terhadap impulse buying pada Generasi Z di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 243 responden dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying. Scarcity juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi rasa takut tertinggal (fear of missing out) yang dirasakan konsumen terhadap tren maupun informasi yang sedang berkembang, serta semakin kuat persepsi mengenai keterbatasan produk (scarcity), maka semakin besar kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian secara impulsif atau pembelian spontan tanpa perencanaan. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa FoMO memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan scarcity dalam mendorong perilaku impulse buying. Penelitian ini memberikan pemahaman mengenai peran faktor-faktor psikologis dalam perilaku konsumen Generasi Z serta dapat menjadi masukan bagi para pelaku usaha dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif.