Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

STRATEGI KETERIKATAN PELANGGAN DI MEDIA SOSIAL UNTUK OPTIMALISASI KEGIATAN UMKM DI ERA DIGITAL Dwi Martiyanti; Murwani Eko Astuti; Alexander Barus; Anggono Anggono; Edison Parulian
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Digital Vol 2, No 2: JUPED - Mei 2023
Publisher : Insight Power (Kekuatan Wawasan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of social media by the public in Indonesia to interact and communicate with individuals and products has increased. Business actors can use social media to support business activities in strengthening competitiveness and expanding their market. However, in reality, still many business actors have not maximized the consistent use of social media and even lack knowledge in utilizing this technology. This method of community service was applied in lectures and interactive dialogues/discussions through webinars. The activity results show an increasing public understanding of digital media use, especially social media, to support their business. Participants understood strategies concerning customer engagement when using social media as a marketing tools. It is recommended that counseling and training technically related to digital media as business support are regularly conducted so that MSMEs can increase their productivity and competitiveness.Kata Kunci: digital marketing, social media, engagement strategy, MSMEs
Co-creation value: From time to time Alexander Barus; Dwi Martiyanti; Hendri Sembiring; Piji Pakarti; Fajrillah Fajrillah
Inovasi : Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Vol 19, No 3 (2023): Agustus
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v19i3.13691

Abstract

This literature review uses a systematic review approach and bibliographic analysis. The data source is google scholar, and the search for article data uses PoP by using the terms: "co-creation", "co-create", "value-in-use" and service-dominant logic. The articles sampled are articles of the Q1 / Q2 category based on the Scimagojr. Books, book sections, conferences, Indonesian and foreign languages (except English) were not included as sample articles. The sample of articles is limited to the period 2014 – 2019. This literature review uses software assistance: Excel, PoP, Mendeley and VOS viewer. Co-creation or the perspective of service-dominant logic has received great attention by researchers and has been studied in a wide variety of research fields. The systematic review that was carried out resulted in several theories that were often used, namely, social exchange theory, social role theory, planned behavior theory, self-identity theory and self-determination theory. Co-creation as a study is implemented in various research contexts, such as: tourism, hospitality and so on. The authors with the most cited articles are: Lusch Nambisan (2015), with a total of 950 citations. Researchers who produced the most articles in the period 2014 - 2019 are Edvardsson, Bo (12 documents); Brodie, Roderick J. (7 documents). Co-creation variables are generally used as independent and dependent variables, but some researchers have used them as mediating and moderating variables. During the period the samples were taken, qualitative research dominated over empirical test research. The journal with the most prolific publication of articles is the Journal of Business Research. The most prolific publisher is Emeraldinsight.com. China is the country that most often research on co-creation. Co-creation research with a focus on dyadic relationships is still very limited.
Pengaruh Karakteristik Individu, Kelompok Referensi, dan Tingkat Pendapatan dalam Penggunaan Produk Palsu Edison Parulian; Shamir Hasyim Syarif; Alexander Barus; Ahmad Saputra; Lenny Menara Sari Saragih
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 7 No. 3 (2023): Volume 7 Nomor 3 Agustus 2023
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v7i3.12711

Abstract

Industri barang palsu terutama pada produk-produk merupakan ancaman bukan saja terhadap terhadap perekonomian global, namun juga terhadap industri dan merek lokal. Karena dengan semakin kuat merek (terutama barang-barang mewah) yang dipalsukan, maka seringkali menyebabkan turunnya permintaan akan merek-merek lokal yang orisinal. Peneltian ini bertujuan untuk membuat sebuah model yang dapat memprediksikan keputusan seseorang untuk membeli barang palsu berdasarkan karakteristik individu konsumen. Objek barang palsu ditentukan berdasarkan hasil interaksi antara karakteristik barang dan penggunaanya yang membentuk apa yang dinamakan dimensi dari conspicuous consumption dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik gender tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat probababilitas penggunaan produk bajakan pada kelompok mahasiswa Universitas IBBI. Kelompok referensi yang dalam penelitian ini merupakan teman dan sahabat (peer influence) yang kerap dijadikan referensi dalam pembelian berpengaruh siginifikan terhadap probabilitas penggunaan barang palsu. Sedangkan dari karakteristik pendapatan dapat dinyatakan bahwa semakin tinggi latar belakang pendapatannya maka akan semakin tidak ingin menggunakan produk bajakan untuk menunjukkan kemampuan finansial dan kekaguman diantara teman-teman mahasiswa di lingkungan kampus.
Pengaruh FoMO dan Scarcity Terhadap Impulse Buying Pada Konsumen Gen-Z di Kota Medan Edward Santoso; Steven Steven; Zefanya G.A.Br. Siahaan; Alvin Tantri; Alexander Barus
Jurnal Ekonomi Bisnis Digital Vol 5 No 2 (2026): Artikel Bulan Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebidi.v5i2.418

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat, khususnya Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial dan platform belanja daring. Kondisi tersebut mendorong munculnya perilaku pembelian impulsif (impulse buying) yang dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) dan scarcity terhadap impulse buying pada Generasi Z di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 243 responden dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying. Scarcity juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi rasa takut tertinggal (fear of missing out) yang dirasakan konsumen terhadap tren maupun informasi yang sedang berkembang, serta semakin kuat persepsi mengenai keterbatasan produk (scarcity), maka semakin besar kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian secara impulsif atau pembelian spontan tanpa perencanaan. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa FoMO memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan scarcity dalam mendorong perilaku impulse buying. Penelitian ini memberikan pemahaman mengenai peran faktor-faktor psikologis dalam perilaku konsumen Generasi Z serta dapat menjadi masukan bagi para pelaku usaha dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif.
Pengaruh Pengalaman Dan Kenyamanan Terhadap Kepuasan Dan Loyalitas Pelanggan Mobil Listrik Dengan Environmental Awareness Sebagai Moderasi Jayadi Jayadi; Lusiah Lusiah; Alexander Barus
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 7 No. 3 (2025): Manajemen : Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/dksx8z87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman pelanggan dan kenyamanan terhadap kepuasan serta loyalitas pelanggan mobil listrik di Kota Medan, dengan environmental awareness sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dimana populasi pada penelitian ini pengguna mobil listrik di kota Medan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling serta penyebaran kuesioner di lakukan secara online kepada 126 pengguna mobil listrik di kota Medan. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Namun, kenyamanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Environmental awareness terbukti memoderasi secara positif (memperkuat) pengaruh pengalaman pelanggan terhadap kepuasan. Sebaliknya, environmental awareness memoderasi secara negatif (memperlemah) pengaruh kenyamanan terhadap kepuasan pelanggan. Selain itu, kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan mobil listrik di Kota Medan. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan dan loyalitas pelanggan tidak hanya dibentuk oleh pengalaman emosional dan kenyamanan berkendara, tetapi juga oleh tingkat kesadaran lingkungan yang dimiliki konsumen
Membangun Engagement Jemaat Dengan Meningkatkan Kepuasan: Analisis Sekuensial Model Servqual Dan Social Exchange Theory Pada GKDI Medan Togar Sianturi; Alexander Barus; Yusdiana Yusdiana
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 7 No. 3 (2025): Manajemen : Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/224gww67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran dimensi Kualitas Pelayanan (Empathy, Responsiveness, dan Assurance) terhadap Kepuasan jemaat, dan dampak akhirnya terhadap Keterlibatan (Engagement) jemaat dalam konteks organisasi keagamaan. Menurunnya tingkat kehadiran gereja secara global dan lokal menyoroti Engagement sebagai ukuran kritis baru yang menggantikan kehadiran semata. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif, data dikumpulkan dari 277 anggota aktif Gereja Kristus Di Indonesia (GKDI) Medan melalui purposive sampling. Analisis data menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil temuan menunjukkan bahwa Assurance (β = 0.332, p < 0.01), Responsiveness (β =0.299, p < 0.01), dan Empathy β = 0.262, p < 0.01) semuanya berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan. Secara kritis, Kepuasan terbukti menjadi prediktor yang sangat kuat terhadap Keterlibatan (β = 0.770, f2 = 1.460, p<0.001). Penelitian ini memperkuat relevansi SERVQUAL dalam organisasi nirlaba keagamaan dan memvalidasi kerangka Social Exchange Theory (SET), membuktikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan relasional memperkuat Kepuasan, yang pada gilirannya menjadi faktor dominan pendorong Keterlibatan spiritual dan aktif di antara anggota. Direkomendasikan gereja mengadopsi strategi kualitas pelayanan yang terpadu untuk meningkatkan kepuasan anggota secara holistik dan mengatasi disengagement
PENGARUH KREDIBILITAS INFLUENCER TERHADAP KEPERCAYAAN GENERASI Z Steven Nathaniel; Diva Vanesha Pardosi; Dela Puspita Pangaribuan; Louis; Alexander Barus
Skena Bisnis Vol. 3 No. 2 (2026): Skena Bisnis Journal (SB)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Humaniora, Universitas Ibbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial yang sangat cepat telah membuat pemasaran melalui influencer menjadi strategi utama untuk menjangkau konsumen muda, khususnya Generasi Z. Oleh karena itu, kepercayaan mereka terhadap rekomendasi dari influencer tidak terbentuk begitu saja. Kepercayaan ini sangat dipengaruhi oleh seberapa kredibel influencer tersebut menurut mereka. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana tiga aspek kredibilitas influencer, yaitu kejujuran (honesty), pengalaman (experience), dan keahlian (expertise), mempengaruhi kepercayaan Generasi Z terhadap produk yang dipromosikan di media sosial di Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini, kami menggunakan metode survei online dengan kuesioner yang diisi oleh responden Generasi Z yang aktif menggunakan Instagram, TikTok, dan lainnya. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria responden yang pernah terpapar konten promosi influencer di media sosial Indonesia. Kami menganalisis data menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel kredibilitas influencer tersebut secara bersama-sama dapat menjelaskan 60,1% variasi kepercayaan Generasi Z. Namun demikian, hanya keahlian influencer yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan, sedangkan kejujuran dan pengalaman tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa Generasi Z lebih mengutamakan keahlian dan kompetensi teknis dibandingkan kejujuran atau rekam jejak pengalaman saat menilai kredibilitas seorang influencer. Data ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan source credibility theory dalam konteks pemasaran digital, sekaligus menjadi masukan praktis bagi pemasar. Oleh sebab itu, para pemasar disarankan untuk memprioritaskan keahlian saat memilih influencer guna mempromosikan produk mereka kepada konsumen Generasi Z.
Pengaruh Fomo dan Media Sosial Terhadap Perilaku Konsumtif Fashion Mahasiswa Gen Z Alicia Sinaga; Clarissa Gabriella Butar-Butar; Nelisa Aulia Br Ginting; Alexander Barus
Skena Bisnis Vol. 3 No. 2 (2026): Skena Bisnis Journal (SB)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Humaniora, Universitas Ibbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola konsumsi masyarakat, khususnya pada mahasiswa Generasi Z yang aktif mengikuti berbagai tren fashion. Selain media sosial, fenomena Fear of Missing Out (FoMO) juga menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong munculnya perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh FoMO dan media sosial terhadap perilaku konsumtif fashion mahasiswa Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Generasi Z. Data dianalisis menggunakan metode Patrial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan nilai koefisien sebesar 0,582, t-stastic sebesar 7,630, dan p-value sebesar 0,000. Media sosial juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan nilai koefisien sebesar 0,206, t-stastic sebesar 2,209 dan p-value sebesar 0,012. Nilai R-square sebesar 0,659 menunjukkan bahwa FoMO dan media sosial mampu menjelaskan 65,9% variasi perilaku konsumtif mahasiswa Generasi Z. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa FoMO dan media sosial berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif fashion mahasiswa Generasi Z, dengan FoMO sebagai variabel yang memberikan pengaruh lebih besar. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi mahasiswa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mengambil keputusan pembelian berdasarkan kebutuhan bukan sekedar mengikuti tren.