Tari Kukupu diciptakan oleh Rd. Tjetje Somantri tahun 1952 menggambarkan siklus kehidupan kukupu sejak keluar kepompong, menjemur sayap hingga saling berkejaran, digambarkan dengan gerakan yang indah. Terinspirasi dari kehidupan binatang, bermula dari pemikiran Tb. Oemay Martakusuma ini bertujuan ‘membaletkan’ tari Sunda. Namun pada tahun 1978 Irawati melakukan gubahan pada beberapa koreografi dan kostum tarian tersebut, hingga saat ini tarian tersebut masih terpelihara dan diajarkan di sanggar Pusbitari. Pada penelitian ini mengkaji struktrur Tari Kukupu menggunakan landasan konsep pemikiran Y. Sumandiyo Hadi mengenai struktur tari yang meliputi: gerak tari, ruang tari, iringan tari, judul tari, tema tari, tipe/jenis/sifat tari, mode penyajian, jumlah penari dan jenis kelamin, rias dan kostum tari, tata cahaya, dan properti tari. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis, terdapat langkah-langkah pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara, dokumentasi, triangulasi, dan analisis data. Hasil penelitian terhadap struktur Tari Kukupu yang saling berkorelasi dengan aspek di dalamnya terdiri dari tigabelas ragam gerak bersumber dari gerak binatang, dapat ditampilkan di panggung manapun sesuai kebutuhan pertunjukan, menggunakan lagu Jemplang dua wilet, berjudul Tari Kukupu, tarian yang bersifat non- literal yang berjenis tipe murni adanya penyajian simbolis-representasional. Ditarikan secara berpasangan atau genap oleh penari perempuan, menggunakan rias korektif serta kostum identik dengan kupu-kupu, berupa properti selendang dan sayap, didukung pula pencahayaan yang hangat. Kata Kunci: Struktur, Tari Kukupu, Pusbitari, Gubahan, Irawati. ABSTRACT Created by Rd. Tjetje Somantri in 1952, the Kukupu dance depicts the butterfly's life cycle from emerging from the chrysalis and drying its wings to chasing one another through beautiful movements. Inspired by animal life and originating from the vision of Tb. Oemay Martakusuma, the dance aimed to infuse Sundanese dance with balletic qualities. In 1978, Irawati revised aspects of the choreography and costumes, the dance remains preserved and is currently taught at the Pusbitari studio. This study examines the structure of the Kukupu Dance based on Y. Sumandiyo Hadi’s conceptual framework regarding dance structure, which encompasses: dance movement, space, musical accompaniment, title, theme, type/genre/nature, mode of presentation, number and gender of dancers, makeup and costumes, lighting, and props. Employing a qualitative research method with a descriptive-analytical approach, the study utilizes data collection steps including observation, interviews, documentation, triangulation, and data analysis. The findings regarding the Butterfly Dance structure and its interrelated internal aspects reveal a dance comprising thirteen movement variations derived from animal behavior. It is adaptable to various stages depending on performance needs, set to the jemplang song two wilet tempo, and titled Kukupu dance. It is a non-literal, pure dance featuring symbolic-representational elements. Performed in pairs or even-numbered groups by female dancers, the performance features corrective makeup and butterfly-themed costumes including shawl and wing props complemented by warm lighting. Keywords: Structure, Kukupu Dance, Pusbitari, Composition, Irawati.