Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN HIPERURISEMIA PADA LANSIA DI PUSKESMAS GAMPING 1 Khunaiful Azzam; Arifiani Agustin Amalia; Aji Bagus Widyantara
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.6214

Abstract

Latar belakang: Hiperurisemia adalah kondisi di mana kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal. Salah satu kelompok yang rentan terkena penyakit hiperurisemia adalah lansia. Jenis kelamin dan usia menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi risiko Hiperurisemia. Puskesmas Gamping 1 secara aktif melakukan pemeriksaan enzimatik pada lansia dengan faktor risiko hiperurisemia, serta pada lansia yang telah terdiagnosis hiperurisemia sebagai bagian dari upaya deteksi dini, diagnosis, dan pemantauan hiperurisemia pada Masyarakat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian hiperurisemia pada lansia di puskesmas gamping 1, Yogyakarta Metode: secara analitik observasional dengan jenis pendekatan cross-sectional pada 253 responden secara total sampling di Labkes Puskesmas Gamping 1. Alat instrumen berupa komputer laboratorium untuk mengumpulkan data responden dan SPSS untuk menganalisis data secara statistik inferensial untuk mengetahui kejadian hiperurisemia. Kadar asam urat diukur dengan metode enzimatik. Hasil: Kejadian hiperurisemia lebih tinggi pada lansia usia ≥70 tahun (37,2%) dibanding usia 60–69 tahun (34,1%). Berdasarkan jenis kelamin, proporsi hiperurisemia pada laki-laki lebih tinggi (43,5%) daripada perempuan (30,4%). Kesimpulan:   Uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara usia dengan hiperurisemia (p=0,431; p>0,05). Namun, terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin dengan kejadian hiperurisemia (p=0,037; p<0,05).