Muhammad Asgar Muzakki
Institut Daarul Qur’an Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FENOMENA MENITIPKAN ORANG TUA DI PANTI JOMPO DALAM PERSPEKTIF HADIS: STUDI DENGAN PENDEKATAN MAQASID SYARI’AH Nuriya Safitri; Muhammad Ghifari; Muhammad Asgar Muzakki
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol. 9 No. 1 (2026): Al-Bukhari: Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v9i1.14596

Abstract

Artikel ini membahas permasalahan penitipan orang tua di panti jompo ditinjau dari hadis dan pendekatan maqasid al-syari’ah. meningkatnya jumlah orang lanjut usia serta perubahan pola keluarga modern menimbulkan dilema bagi anak dalam berbakti. beberapa keluarga memilih menitipkan orang tua di panti jompo untuk memenuhi kebutuhan perawatan yang tidak bisa dicegah karena tuntutan pekerjaan dan ekonomi. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif melalui analisis teks hadis dan pandangan ulama. pertama, hadis Nabi Muhammad saw menegaskan kewajiban berbakti kepada orang tua sebagai amal utama. kedua, dalam kondisi keterbatasan tertentu, menitipkan orang tua dapat dipahami sebagai upaya menjaga kemaslahatan. hal ini berlaku apabila perawatan yang lebih layak dan profesional dapat diberikan oleh panti jompo tersebut. ketiga, pendekatan maqasid al-syari ‘ah menekankan pentingnya menjaga martabat serta kesejahteraan lansia. kebutuhan fisik maupun emosional lansia harus menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik penitipan orang tua perlu dipahami secara proporsional dan bijak. tetap menempatkan tanggung jawab anak, nilai kasih sayang, serta kemaslahatan orang tua sebagai pertimbangan utama. semua keputusan harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip Islam yang mengutamakan kesejahteraan dan kehormatan. Dengan demikian, solusi ini tetap sejalan dengan ajaran agama meskipun dilakukan di luar rumah. prinsip ini menjamin hak orang tua tetap terlindungi sesuai tuntunan syariat Islam.  Kata Kunci: Birr al-Walidain, Hadis al-Maqasid al-Syari’ah, Panti Jompo.
METODOLOGI SYARAH HADIS NABI SAW: Telaah Kitab ‘Umdah al-Qari Syarah Shahih al-Bukhari Muhammad Asgar Muzakki; Siti Mafrikhah
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 2 No. 2 (2021): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.493 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v2i2.119

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Kitab ‘Umdah al-Qari Shahih al-Bukhari yang bertujuan untuk mengetahui biografi penulis kitab syarh hadis tersebut, latar belakang penulisan kitab, sistematika dan metode yang digunakan dalam penulisan kitab syarh-nya, kemudian contoh pensyarahan serta kelebihan dan kekurangan dari kitab syarh tersebut. Fokus penelitian ini yaitu kajian terhadap metode yang digunakan oleh Badruddin al-‘Aini dalam menulis kitab syarh-nya. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskripsi, dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan dua metode, yaitu studi pustaka dan takhrij hadis. Sumber data yang digunakan adalah sumber primer yang didapatkan melalui kitab Syarh ‘Umdah al-Qari Shahih al-Bukhari karya Badruddin al-‘Aini, dan data sekunder yang berasal dari buku, jurnal yang berkaitan dengan tema penelitian serta aplikasi Ensiklopedi Hadis Kitab 9 Imam dan Jawami’ul Kalim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penulis kitab ini adalah ulama, ahli fiqh, dan juga hakim yang berasal dari Ainatab, dan bahwa Badruddin al-‘Aini dilatarbelakangi oleh keinginannya untuk menulis sebuah syarh kitab sederhana dari kitab hadis yang ditulis oleh Shahih Bukhari dengan sederhana. Selain itu, metode yang digunakan Badruddin al-Aini dalam kitab ini adalah metode tahlili dan muqarran
INTERPRETASI HADIS-HADIS ANTROPOMORFISME Muhammad Asgar Muzakki; Arvita Irvanig Puspita Sari
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 1 (2022): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.615 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v3i1.125

Abstract

Salah satu permasalahan yang tidak pernah usai diperbincangkan sampai saat ini adalah masalah antropomorfisme. Kata antropomorfisme memiliki arti mempresentasikan Tuhan memiliki bentuk seperti manusiawi. Dalam Ilmu Kalam, antropomorfisme diidentikkan dengan “tasybîh” atau "tajassum". Secara teologis, tasybîh berarti keserupaan Tuhan dengan manusia dalam bentuk dan sifat-Nya. Sedangkan tajassum berarti penggambaran tubuh Tuhan sebagai ditemukan pada manusia. Antropomorfisme doktrinal itu adalah suatu keharusan dan terbukti baik dalam Al-Qur’an maupun hadis. Artikel ini fokus membahas tentang interpretasi hadis-hadis antropomorfisme dengan menggunakan pendekatan Ilmu Ma’anil Hadis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu semua bahan-bahan yang dikumpulkan bersumber dari kajian teks atau tulisan-tulisan yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hadis-hadis antropomorfisme umumnya berkualitas shahih. Sedangakan dari segi interpretasinya para ulama berbeda dalam memahaminya, secara garis besar terbagi menjadi dua kolompok, yaitu pemahaman yang tekstual dan kontekstual.