Dian Ahmad Budisatria
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Polya’s Stages in Students’ Mathematical Problem Solving of Linear Programming Word Problems: A Qualitative Study Indah Afriliyana; Ade Mirza; Rustam; Hamdani; Dian Ahmad Budisatria
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/65v8c218

Abstract

This study aims to identify senior high school students’ mathematical problem-solving abilities in solving linear programming word problems based on Polya’s problem-solving stages. This research employed a descriptive qualitative approach. The participants consisted of six Grade XI Social Science students from SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, selected based on high Mathematical Prior Ability (MPA). The MPA classification was determined from students’ average daily scores, final semester examination results in linear programming, and recommendations from the mathematics teacher among 34 students. Data were collected through problem-solving tests and semi-structured interviews. The instruments were developed based on Polya’s four problem-solving stages: (1) understanding the problem, (2) devising a plan, (3) carrying out the plan, and (4) looking back. Data analysis followed the procedures of data reduction, data display, conclusion drawing, and technique triangulation to ensure data validity. The findings reveal variations in students’ problem-solving performance across Polya’s stages. In the understanding stage, students demonstrated very good performance, as they were able to identify known and required information systematically. In the planning stage, students showed fairly good performance by constructing tables, defining variables, and forming mathematical models, although their work lacked systematic structure. In the execution stage, students performed poorly, as they encountered difficulties in determining coordinate points, graphing feasible regions, identifying corner points, and calculating optimal values. In the checking stage, students also showed very poor performance, indicated by their inability to re-examine procedures and draw accurate conclusions.
Strategi Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif Siswa di Sekolah Menengah Fina Hanifa Zaen; Edy Yusmin; Dian Ahmad Budisatria
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v6i2.69272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gaya kognitif Field-Dependent (FD) dan Field-Independent (FI) di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting dalam dunia pendidikan karena tidak hanya berkaitan dengan perhitungan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan tersebut adalah pemilihan strategi pemecahan masalah yang sesuai dengan gaya kognitif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes pemecahan masalah dan wawancara. Instrumen tes disusun berdasarkan tahapan Polya yang mencakup memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan mengevaluasi hasil. Setiap tahap dinilai menggunakan rubrik dengan rentang skor 0–4, dan hasilnya dikategorikan menjadi sangat efektif, efektif, cukup efektif, kurang efektif, dan tidak efektif. Dari 22 siswa yang diteliti, 4 siswa tergolong sangat efektif, 10 siswa efektif, 6 siswa cukup efektif, dan 2 siswa kurang efektif dalam menerapkan strategi pemecahan masalah matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif FD cenderung menggunakan strategi membuat gambar dan menulis kalimat terbuka, sedangkan siswa dengan gaya kognitif FI lebih sering menerapkan strategi menemukan pola, bekerja mundur, dan menulis kalimat terbuka. Secara umum, siswa bergaya kognitif FI menunjukkan penggunaan strategi yang lebih beragam, logis, dan sistematis dibandingkan siswa bergaya kognitif FD. Temuan ini mengindikasikan bahwa gaya kognitif berperan penting dalam menentukan variasi dan efektivitas strategi pemecahan masalah matematika siswa.